Skuad Timnas Kanada. (Foto: Instagram resmi Timnas Kanada)
Skuad Timnas Kanada. (Foto: Instagram resmi Timnas Kanada)

Piala Dunia 2026

Perjalanan Historis Timnas Kanada: Dari Peringkat 109 FIFA hingga 16 Besar Piala Dunia 2026

Kautsar Halim • 04 Juli 2026 00:51
Ringkasnya gini..
  • Kanada berhasil menembus babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah transformasi besar dalam satu dekade terakhir.
  • Perjalanan mereka dimulai dari peringkat 109 dunia hingga menjadi salah satu tim kompetitif di level global.
  • Kemenangan dramatis atas Afrika Selatan menegaskan perkembangan signifikan dalam kualitas dan mentalitas tim.
Jakarta: Timnas Kanada berhasil mencetak sejarah dengan melaju ke babak 16 besar Piala Dunia 2026. Capaian ini menjadi salah satu kisah paling mengejutkan dalam turnamen, mengingat posisi Kanada di masa lalu yang jauh dari radar kekuatan sepak bola dunia.
 
Pada April 2017, saat Kanada resmi menjadi bagian dari proposal tuan rumah Piala Dunia 2026 bersama Amerika Serikat dan Meksiko, timnas mereka hanya berada di peringkat ke-109 FIFA. 
 
Pada periode tersebut, Kanada bahkan berada di bawah negara seperti Eswatini dan Kazakhstan, serta masih berjuang menghadapi tim-tim kecil dalam kompetisi internasional.

Perubahan besar baru terlihat dalam satu dekade terakhir, ketika struktur pembinaan dan kompetisi domestik mulai berkembang secara signifikan.
 

Awal Kebangkitan: Perjalanan Kualifikasi yang Mengubah Segalanya


Momentum kebangkitan Kanada mulai terbentuk pada kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona CONCACAF. Meski masih harus melewati babak awal melawan tim seperti Aruba dan Kepulauan Cayman, Kanada menunjukkan perkembangan signifikan dalam struktur permainan mereka.
 
Pada fase akhir kualifikasi, Kanada bahkan mampu mengungguli dua raksasa regional, Amerika Serikat dan Meksiko. Mereka mencatat kemenangan kandang penting serta hasil imbang tandang yang membawa mereka keluar sebagai pemuncak klasemen CONCACAF.
 
Secara statistik, Kanada juga mencatat jumlah gol terbanyak dan kebobolan paling sedikit di fase tersebut, menandai perubahan besar dalam stabilitas permainan mereka.
 

Piala Dunia 2022: Potensi Kanada Mulai Terlihat


Di Qatar, Kanada tergabung dalam grup yang dianggap sebagai “grup neraka” bersama Belgia, Kroasia, dan Maroko. Meski gagal lolos, performa mereka memberikan sinyal jelas bahwa tim ini sedang berkembang.
 
Kanada sempat tampil kompetitif melawan Belgia, termasuk peluang penalti Alphonso Davies yang gagal dikonversi. Mereka juga mencatat jumlah tembakan tertinggi di grup serta unggul dalam expected goals pada beberapa pertandingan.
 
Meskipun hasil belum maksimal, fondasi permainan Kanada mulai terlihat lebih modern dan agresif.
 

Konsisten Menuju Puncak: Dari Gold Cup hingga Copa America


Setelah Piala Dunia 2022, Kanada mengalami perjalanan naik turun. Mereka dua kali tersingkir melalui adu penalti di Gold Cup 2023 dan 2025. Namun, perkembangan tidak berhenti.
 
Pada Copa America 2024, Kanada berhasil mencapai semifinal, sebuah pencapaian yang memperkuat posisi mereka di jajaran tim kompetitif dunia. Sejak saat itu, Kanada mulai menembus peringkat 30 besar FIFA secara konsisten.
 
Perkembangan ini menunjukkan bahwa transformasi mereka bukan kebetulan, melainkan hasil pembangunan jangka panjang.
 

Piala Dunia 2026: Momentum Kebangkitan Sempurna


Di bawah arahan Jesse Marsch, Kanada tampil lebih matang di Piala Dunia 2026. Mereka membuka turnamen dengan hasil imbang dramatis melawan Bosnia-Herzegovina lewat gol menit akhir Cyle Larin.
 
Pada laga kedua, Kanada mencatat kemenangan besar 6-0 atas Qatar dalam pertandingan yang mencetak sejumlah rekor. Mereka mencatat delapan tembakan tepat sasaran di babak pertama, angka tertinggi dalam satu babak sejak 1994, sekaligus kemenangan terbesar tim CONCACAF di Piala Dunia.
 
Jonathan David mencetak hat-trick, menjadi pemain CONCACAF pertama yang melakukannya di Piala Dunia sejak era awal turnamen. Sementara itu, Cyle Larin mencetak sejarah sebagai pemain Kanada pertama yang mencetak gol dalam lebih dari satu pertandingan di satu edisi Piala Dunia.
 
Meski kalah dari Swiss pada laga ketiga, Kanada tetap melaju ke fase gugur dengan momentum positif.
 

Babak 32 Besar: Kemenangan Dramatis atas Afrika Selatan


Di babak 32 besar, Kanada menghadapi Afrika Selatan dalam laga yang berjalan ketat. Tanpa beberapa pemain inti sejak awal, Kanada tetap mampu mengandalkan kedalaman skuad yang kini dihuni pemain-pemain Eropa seperti Tajon Buchanan dan Nathan Saliba.
 
Pertandingan sempat berjalan buntu hingga akhirnya Stephen Eustaquio mencetak gol kemenangan pada menit ke-90. Gol tersebut menjadi salah satu momen paling dramatis di fase gugur Piala Dunia 2026.
 

Laga Berikutnya: Tantangan Berat Melawan Maroko


Di babak 16 besar, Kanada akan menghadapi Maroko, salah satu tim paling impresif sejak Piala Dunia 2022. Maroko juga berhasil menyingkirkan Portugal dan Belanda dalam perjalanan mereka di turnamen ini.
 
Secara historis, Kanada belum pernah menang dalam empat pertemuan terakhir melawan Maroko, termasuk tiga di antaranya  yang berakhir dengan kekalahan. Statistik ini menempatkan Kanada sebagai underdog dalam pertandingan mendatang.
 
Namun, perkembangan yang mereka tunjukkan dalam satu dekade terakhir membuat laga ini tetap terbuka.
 

Transformasi Sepak Bola Kanada


Terlepas dari hasil akhir di Piala Dunia 2026, perjalanan Kanada telah mencerminkan transformasi besar dalam sepak bola mereka. Dari tim peringkat 109 dunia menjadi peserta babak 16 besar, Kanada kini menjadi contoh nyata pembangunan jangka panjang dalam olahraga modern.
 
Perjalanan ini menegaskan bahwa Kanada bukan lagi sekadar peserta, tetapi telah menjadi kekuatan baru yang layak diperhitungkan di panggung global. (theanalyst.com)
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(KAH)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan