Hong Myung-bo mengundurkan diri sebagai pelatih Korea Selatan. (Foto:Pelatih Foto: JUNG YEON-JE / AFP)
Hong Myung-bo mengundurkan diri sebagai pelatih Korea Selatan. (Foto:Pelatih Foto: JUNG YEON-JE / AFP)

Piala Dunia 2026

Korsel Gugur di Piala Dunia 2026, Hong Myung-bo Mundur sebagai Pelatih.

Kautsar Halim • 28 Juni 2026 23:51
Ringkasnya gini..
  • Hong Myung-bo mengundurkan diri sebagai pelatih Korea Selatan setelah Taeguk Warriors gagal lolos ke babak 32 besar Piala Dunia 2026.
  • Korea Selatan finis ketiga di Grup A dengan tiga poin dari satu kemenangan dan dua kekalahan.
  • Kegagalan tersebut memicu tekanan publik besar dan membuka kebutuhan evaluasi menyeluruh terhadap arah tim nasional Korea Selatan.
Zapopan: Hong Myung-bo resmi mengundurkan diri sebagai pelatih kepala Korea Selatan ( setelah Taeguk Warriors tersingkir lebih cepat dari Piala Dunia 2026. Keputusan itu disampaikan dalam konferensi pers di pusat latihan tim di Zapopan, Meksiko, setelah Korea Selatan gagal melaju ke babak 32 besar.
 
Korea Selatan menutup fase grup dengan finis di posisi ketiga Grup A. Son Heung-min dan kawan-kawan hanya mengoleksi tiga poin dari satu kemenangan dan dua kekalahan.
 
Hasil itu membuat Korea Selatan masih sempat berharap lolos sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik. Namun, harapan tersebut akhirnya pupus setelah seluruh pertandingan fase grup selesai digelar.
 

Hong Myung-bo Ambil Tanggung Jawab


Pengunduran diri Hong Myung-bo menjadi akhir dari perjalanan keduanya bersama tim nasional Korea Selatan. Pelatih berusia 57 tahun itu kembali ditunjuk menangani Taeguk Warriors pada Juli 2024.

Kontrak Hong sebenarnya masih berlaku hingga Piala Asia 2027. Namun, kegagalan Korea Selatan melewati fase grup Piala Dunia 2026 membuat posisinya semakin sulit dipertahankan.
 
Hong memilih mundur setelah hasil buruk tersebut. Keputusan itu menjadi bentuk tanggung jawab atas kegagalan Korea Selatan memenuhi target di turnamen terbesar sepak bola dunia.
 

Korea Selatan Gagal Manfaatkan Peluang


Korea Selatan sebenarnya memulai Piala Dunia 2026 dengan hasil positif. Mereka mengalahkan Republik Ceko 2-1 pada laga pembuka Grup A.
 
Namun, momentum itu gagal dipertahankan. Pada laga kedua, Korea Selatan kalah 0-1 dari Meksiko yang membuat posisi mereka mulai tertekan.
 
Situasi semakin buruk pada laga terakhir fase grup. Korea Selatan kembali kalah 0-1 dari Afrika Selatan dan membuat Taeguk Warriors gagal mengamankan tiket otomatis ke babak 32 besar.
 
Dengan tiga poin, Korea Selatan harus menunggu hasil grup lain untuk menjaga peluang lolos sebagai salah satu peringkat ketiga terbaik. Namun, hasil akhir fase grup tidak berpihak kepada mereka.
 

Taeguk Warriors Tersingkir dari Grup yang Menguntungkan


Kegagalan Korea Selatan terasa semakin mengecewakan karena Grup A sebelumnya dianggap cukup terbuka. Mereka berada satu grup dengan Meksiko, Afrika Selatan, dan Republik Ceko.
 
Di atas kertas, Korea Selatan diperkirakan memiliki peluang besar untuk lolos. Mereka memiliki skuad berpengalaman, termasuk sejumlah pemain yang tampil di kompetisi elite Eropa.
 
Namun, performa di lapangan tidak sesuai ekspektasi. Kekalahan beruntun dari Meksiko dan Afrika Selatan membuat Korea Selatan kehilangan kendali atas nasib mereka sendiri.
 
Laga melawan Afrika Selatan menjadi titik paling menentukan. Korea Selatan hanya membutuhkan hasil imbang untuk menjaga peluang lolos otomatis, tetapi justru pulang dengan kekalahan tipis.
 

Periode Kedua Hong Berakhir Pahit


Ini bukan pertama kalinya Hong Myung-bo gagal membawa Korea Selatan melewati fase grup Piala Dunia. Pada 2014, ia juga memimpin Taeguk Warriors di Brasil dan gagal melaju ke fase gugur.
 
Setelah satu dekade, Hong kembali mendapat kesempatan untuk menebus kegagalan tersebut. Ia membawa Korea Selatan lolos ke Piala Dunia 2026 dengan harapan memperbaiki catatan sebelumnya.
 
Namun, periode kedua itu kembali berakhir pahit. Korea Selatan kembali tersingkir di fase grup, dan Hong kembali meninggalkan jabatannya setelah kegagalan di Piala Dunia.
 
Catatan tersebut membuat perjalanan Hong bersama tim nasional Korea Selatan berada dalam sorotan tajam. Statusnya sebagai legenda sepak bola Korea tidak cukup untuk meredam kritik terhadap hasil yang diraih tim.
 

Tekanan Publik Meningkat Setelah Kegagalan


Kegagalan Korea Selatan di Piala Dunia 2026 memicu kritik besar di dalam negeri. Publik menilai performa tim jauh dari harapan, terutama setelah kekalahan dari Afrika Selatan.
 
Tekanan terhadap Hong sudah muncul sebelum pengunduran dirinya. Sebuah petisi bahkan menyerukan agar ia segera diberhentikan dari posisi pelatih kepala.
 
Kritik tidak hanya mengarah pada hasil pertandingan. Proses penunjukan Hong pada 2024 juga kembali menjadi sorotan karena sebelumnya sempat memunculkan perdebatan soal transparansi dan prosedur pemilihan pelatih.
 
Situasi itu membuat pengunduran diri Hong tidak hanya menjadi keputusan teknis sepak bola, tetapi juga bagian dari tekanan besar terhadap tata kelola sepak bola Korea Selatan. (The Korea Times)

 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(KAH)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan