"Turnamen (Piala AFF) di bulan Juli dan Agustus adalah sesuatu yang berbeda. Akan sulit untuk membawa pemain tier 1 dan 2, karena mereka punya komitmen kepada klubnya, dan itu di luar kalender FIFA. Jadi, itulah pentingnya memiliki kolam talenta yang luas," kata Herdman seperti dilansir Antara dalam jumpa pers di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa (13/1/2026).
"Dan saya pikir, turnamen AFF jadi sebuah kesempatan yang bagus untuk saya memahami seberapa dalam kolam talenta yang dimiliki Indonesia. Lalu, juga untuk memberikan kesempatan kepada para pemain yang tidak mendapatkan kesempatan tampil saat Maret atau Juni di kalender FIFA," tambahnya.
Baca juga: Resmi Diperkenalkan, John Herdman Bersemangat jadi Pelatih Anyar Timnas Indonesia
Selain mereka yang bukan tim utama tim Garuda, Kejuaraan ASEAN menurut Herdman juga menjadi ajang dirinya untuk memberikan kesempatan para pemain-pemain muda. Ia mencontohkan Kejuaraan ASEAN seperti halnya saat ia melatih Kanada di Piala Emas, turnamen yang diselenggarakan Konfederasi Sepak Bola Amerika Utara, Tengah, dan Karibia (CONCACAF).
Adapun, selama keikutsertaan Kanada di Piala Emas pada era kepelatihannya, prestasi terbaik Alphonso Davies dan kawan-kawan hanya menjadi semifinalis pada edisi 2021. Tapi, momen itu tetap bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan pemain yang lebih baik.
"Anda punya kesempatan untuk menggunakan kolam yang jauh lebih besar, dan itu mirip dengan apa yang kita lakukan di CONCACAF dengan Gold Cup (Piala Emas). Kita tidak punya akses untuk mendatangkan Alphonso Davies atau Jonathan David untuk turnamen itu. Anda harus menggunakan pemain lokal dan kolam yang jauh lebih besar. Dan, Anda bisa belajar dan melihat pemain di situasi itu," kata pelatih 50 tahun itu menjelaskan.
Indonesia tercatat sudah 15 kali kali tampil di turnamen bergengsi kawasan Asia Tenggara itu sejak pertama kali bergulir di Singapura pada 1996 silam. Skuad Garuda mampu menembus final enam kali dalam sekian banyak kesempatan itu, tapi belum pernah juara. Pada edisi 2024, Indonesia yang kala itu dilatih Shin Tae-yong memberanikan diri tampil dengan para pemain muda, tapi malah gagal melewati fase grup.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News