Charles De Ketelaere. (Foto: AFP/Kenzo Tribouillard)
Charles De Ketelaere. (Foto: AFP/Kenzo Tribouillard)

10 Wonderkid yang Berpotensi Jadi Pemain Muda Terbaik di Piala Dunia 2022 (Bagian 2 - Habis)

Friko Simanjuntak • 28 September 2022 16:07
Jakarta: Piala Dunia tidak hanya menjadi panggung pembuktian bagi para pemain terbaik di dunia. Lebih dari itu, turnamen sepak bola empat tahunan ini juga merupakan momentum unjuk gigi buat para pemain muda.
 
Sejak 2006, FIFA mulai memberikan apresiasi besar kepada taleta-talenta muda yang berlaga di Piala Dunia dengan menambah satu kategori dalam penghargaan individu, yakni pemain muda terbaik (Best young player award). Penghargaan Pemain Muda Terbaik diberikan kepada pemain yang berusia 21 tahun ke bawah (saat penyelenggaraan Piala Dunia).
 
Untuk menentukan para pemain muda terbaik di pergelaran Piala Dunia edisi sebelumnya, FIFA melakukan jajak pendapat (polling) melalui internet, mulai dari Piala Dunia 1958 di Swedia hingga Piala Dunia 2002 di Korea Selatan-Jepang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tahun ini, gelaran Piala Dunia 2022 di Qatar juga akan menjadi panggung unjuk gigi para pemain muda yang selama ini sudah menunjukkan kualitasnya di level klub. Lantas, siapa sajakah mereka?
 
Berikut 10 wonderkid yang berpotensi jadi Pemain Muda Terbaik di Piala Dunia 2022 (Bagian 2 - Habis):

5. Gavi (Spanyol/Barcelona)

Gavi adalah salah satu bintang muda Spanyol yang sedang naik daun! Penampilannya yang impresif bersama Barcelona dalam dua musim terakhir sudah cukup untuk mengesankan pelatih Timnas Spanyol Luis Enrique.
 
Gavi adalah pemain termuda yang memainkan debut untuk Timnas Spanyol saat mengalahkan Italia pada babak semifinal UEFA Nation League, Juni tahun lalu. Gavi saat itu baru berusia 17 tahun. "Gavi bisa menjadi masa depan Timnas Spanyol, tetapi dia juga bisa menjadi (andalan di) masa kini karena dia memiliki kepribadian untuk bermain di level ini," kata Enrique memuji performa Gavi yang bermain delapan menit di pertandingan tersebut.
 
Setelah debut melawan Italia, Gavi terus menjadi langganan timnas Spanyol dan mencetak debut golnya saat Spanyol bermain imbang melawan Republik Ceko pada 6 Mei 2022 lalu. Total, hingga kini Gavi sudah memainkan 11 caps untuk La Furia Roja.
 
Bersama rekan setimnya, Pedri, Gavi yang berusia 18 tahun akan jadi andalan lini tengah Timnas Spanyol pada Piala Dunia 2022 nanti. Bisakah mereka melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan seniornya, Xavi Hernandez dan Andres Iniesta di Piala Dunia 2010? Kita tunggu saja.

4. Ryan Gravenberch (Belanda/Ajax Amsterdam)

Sudah menjadi rahasia umum bahwa Ajax Amsterdam adalah "pabrik" dari sejumlah anak muda berbakat. Dalam sejarahnya, kita sudah melihat banyak produk binaan Ajax menjelma jadi pemain besar. Mulai dari Johan Cryuff, Patrick Kluivert hingga Christian Eriksen.
 
Seakan tak pernah habis, saat ini Ajax sudah melahirkan beberapa wonderkid yang sukses mencuri perhatian klub-klub besar Eropa. Salah satunya adalah Ryan Gravenberch. Di usianya yang baru 20 tahun, Gravenberch sudah dipinang klub raksasa Jerman, Bayern Munich.
 
Sejauh ini, Gravenberch sudah memainkan 8 laga untuk Bayern sejak didatangkan pada bursa transfer musim panas ini. Di level timnas, Gravenberch yang berposisi sebagai gelandang tengah sudah mencatatkan 11 caps dengan koleksi satu gol.
 
Gravenberch adalah pemain andalan pelatih Louis van Gaal untuk mengawal lini tengah Belanda bersama dengan Frenkie De Jong dan kemungkinan besar akan bersinar di Piala Dunia 2022 Qatar.

3. Jamal Musiala (Jerman/Bayern Munich)

Jamal Musiala adalah pemain jebolan akademi Chelsea yang sempat memperkuat Timnas Inggris dan juga Jerman di level junior (U-16). Namun, pada akhirnya ia memilih untuk memperkuat Timnas Jerman di level senior.
 
Jamal Musiala langsung masuk dalam skuat Timnas senior Jerman pada Euro 2020 lalu, meski ia tidak mendapatkan menit bermain yang cukup banyak. Ia hanya bermain 9 menit dalam dua penampilannya di Euro tahun lalu.
 
Kini, seiring penampilannya yang kian matang bersama Bayern Munich, Musiala menjelma sebagai salah satu pemain penting di skuat Jerman arahan Hansi Flick. Ia tercatat sudah melakoni 17 pertandingan bersama Timnas senior Jerman dan mengoleksi satu gol.
 
Pada Piala Dunia 2022 nanti, Musiala kemungkinan bakal jadi back-up untuk Thomas Muller untuk bermain di posisi gelandang serang. Namun selain itu, Musiala juga bisa bermain dengan sama baiknya di posisi gelandang tengah, juga di sayap kanan dan kiri.

2. Charles De Ketelaere (Belgia/AC Milan)

Charles De Ketelaere adalah salah satu pemain yang bisa jadi kartu as Timnas Belgia di Piala Dunia 2022. Dengan mulai menurunnya performa sejumlah bintang karena faktor usia seperti Eden Hazard, Romelu Lukaku dan Dries Mertens, De Ketelaere bisa muncul sebagai andalan pelatih Roberto Martinez.
 
Pada usia 21 tahun, De Ketelaere sudah menunjukkan potensi besar untuk bisa bersinar. Kualitasnya bahkan sudah diakui klub sebesar AC Milan yang rela menghabiskan lebih dari setengah dari budget belanjanya di bursa transfer musim panas ini hanya untuk memboyongnya ke San Siro. Milan menggelontorkan dana 32 juta euro untuk De Ketelaere.
 
Meski sejauh ini belum membuka keran golnya untuk Milan, namun penampilan De Ketelaere kerap menuai pujian. Ia adalah tipikal pemain cerdas yang tahu kapan harus mengoper bola, menunjukkan kualitas individunya, hingga menemukan celah di pertahanan lawan.
 
De Ketelaere juga bisa bermain di hampir semua posisi di lini serang. Ia bisa bermain sebagai gelandang serang, winger (kanan-kiri) dan juga sebagai target man. De Ketelaere sudah memainkan 10 pertandingan dan mencetak satu gol sejak melakoni debutnya untuk Timnas senior Belgia pada November 2020.

1. Ansu Fati (Spanyol/Barcelona)

Ansu Fati sempat dijuluki bocah ajaib. Hal ini merujuk pada beberapa rekor yang ditorehkannya di usia belia. Sebelum dipatahkan Gavi, Ansu Fati adalah pemain termuda yang bermain di timnas senior Spanyol. Ia memainkan debutnya untuk tim senior Spanyol di usia 18 tahun.
 
Jelang Piala Dunia 2022, Ansu Fati kembali mendapatkan kepercayaan dari pelatih yang memberikannya debut pada 2020, Luis Enrique untuk kembali memperkuat Timnas Spanyol. Ansu Fati tak bisa memperkuat timnas Spanyol hampir sepanjang tahun 2021 lantaran cedera jangka panjang yang dialaminya.
 
Kini, setelah pulih, Ansu Fati kemungkinan besar akan dibawa Luis Enrique ke Piala Dunia 2022. Apalagi di musim ini performanya bersama Barcelona bisa dibilang cukup baik. Dari delapan laga di semua kompetisi, Ansu Fati sudah mengoleksi dua gol.
 
Jika bisa terus menjaga kebugarannya, Ansu Fati berpotensi besar jadi andalan Spanyol, terutama di sektor sayap penyerangan dan jadi salah satu kandidat kuat untuk meraih penghargaan Pemain Muda Terbaik di Piala Dunia 2022 Qatar yang akan mulai digelar pada 20 November mendatang.
 
(ASM)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif