Afrika Selatan nyaris menelan kekalahan sebelum Teboho Mokoena mencetak gol penyeimbang melalui titik penalti pada menit-menit akhir pertandingan. Gol tersebut memastikan Bafana Bafana mengamankan satu poin penting. Tambahan satu angka membuat Afrika Selatan dan Republik Ceko kini sama-sama mengoleksi satu poin di klasemen sementara Grup A Piala Dunia 2026.
Meski puas dengan semangat juang anak asuhnya, Broos merasa timnya layak mendapatkan hasil yang lebih baik berdasarkan jalannya pertandingan.
Broos Sebut Republik Ceko Tak Mau Bermain Sepak Bola
Dalam konferensi pers usai laga, pelatih asal Belgia itu secara terbuka mengkritik gaya permainan Republik Ceko yang dinilai terlalu mengandalkan kekuatan fisik.
"Republik Ceko adalah tim yang mengandalkan fisik dan mereka tidak suka bermain sepak bola atau permainan umpan," kata Broos.
Menurutnya, lawan memaksimalkan keunggulan postur pemain untuk memenangkan duel udara dan mengirimkan bola-bola panjang ke area pertahanan Afrika Selatan.
"Lapangan itu sangat lurus, dan mereka memiliki pemain yang cocok untuk itu. Semua pemainnya tinggi. Jadi itu berarti bagi kami sangat sulit menghadapi bola-bola tinggi itu," ujarnya.
Baca Juga :
Hasil Ceko vs Afrika Selatan: Penalti di Akhir Laga Gagalkan Kemenangan Perdana Lokomotiva
Meski melontarkan kritik, Broos tetap menghormati keputusan pelatih Republik Ceko dalam menentukan taktik timnya.
"Dan inilah yang dilakukan Republik Ceko, dan oke, itu taktik. Saya tidak bisa mengatakan mengapa begini atau mengapa begitu. Pelatih yang memutuskan itu, dan mungkin jika saya menjadi pelatih Republik Ceko, saya akan melakukan hal yang sama," katanya.
Namun, pelatih asal Belgia itu menilai pertandingan akan lebih menarik jika dimainkan dengan pendekatan yang lebih mengedepankan penguasaan bola dan kombinasi umpan.
"Tapi saya rasa jika Anda menyukai sepak bola, Anda akan lebih menyukai pertandingan yang kami mainkan hari ini daripada pertandingan melawan Republik Ceko," lanjutnya.
Atlanta Stadium Ikut Jadi Sorotan
Tak hanya mengkritik gaya bermain Republik Ceko, Broos juga menyoroti Stadion Atlanda yang menjadi venue pertandingan. Menurutnya, stadion megah yang biasa digunakan untuk berbagai ajang olahraga itu belum sepenuhnya menghadirkan nuansa sepak bola yang ideal.
"Sejujurnya, ini bukanlah stadion sepak bola. Ini stadion yang bagus, stadion yang fantastis. Semua yang Anda inginkan ada di sini, tetapi hanya rumputnya saja yang layak untuk sepak bola. Selebihnya bukan," ujar Broos.
Pelatih berusia 74 tahun tersebut mengaku lebih menyukai stadion terbuka yang mampu menghadirkan atmosfer pertandingan lebih hidup.
"Ini stadion tertutup, jadi ya, saya lebih suka bermain di stadion terbuka. Saya tidak begitu merasakan atmosfer di stadion seperti itu. Jika dibandingkan dengan Azteca, misalnya, itu adalah stadion sepak bola yang sesungguhnya," pungkasnya.
Hasil imbang ini membuat persaingan Grup A Piala Dunia 2026 masih terbuka lebar. Afrika Selatan dan Republik Ceko wajib meraih hasil maksimal pada laga berikutnya untuk menjaga peluang lolos ke fase gugur.
*Halo sobat Medcom, buat kalian yang suka nonton bola dan nebak skor pertandingan, yuk ikutan lomba tebak skor Medcom.id yang akan hadir setiap hari dari fase grup hingga final. Nah, kita udah siapin hadiah menarik senilai jutaan rupiah buat kalian yang paling banyak menebak skor pertandingan dengan benar. So, tunggu apa lagi, yuk, daftar di sini.
(Muhammad Zaidan Rizky)
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda