Empat gol Baker tercipta sebelum turun minum. Gol kelimanya hadir pada menit ke-90+7, sekaligus menjadi penutup dramatis pertandingan yang mengantarkan Indonesia ke final FIFA ASEAN Cup 2026.
Baker Bawa Indonesia Menang Dramatis
Pertandingan melawan Bangladesh sebenarnya sudah berjalan dalam kendali Indonesia. Namun, memasuki waktu tambahan, situasi masih belum sepenuhnya aman.Indonesia unggul 7–2, tetapi membutuhkan tambahan dua gol untuk melampaui Malaysia dalam persaingan menuju final. Tekanan semakin terasa ketika pertandingan memasuki menit-menit terakhir.
Kevin Diks kemudian mencetak gol pada menit ke-90+6 untuk mengubah skor menjadi 8–2. Semenit berselang, Mitchell Baker melengkapi malam luar biasanya dengan gol kelima sekaligus mengunci kemenangan Indonesia 9–2.
Lima gol tersebut menjadi jawaban Baker setelah sebelumnya mendapat sorotan karena tidak mencetak gol ketika menghadapi Singapura.
Sempat Dikritik, Baker Memilih Percaya pada Proses
Penampilan tanpa gol menghadapi Singapura tidak membuat Baker larut dalam kritik. Ia justru menegaskan bahwa kontribusi seorang penyerang tidak selalu harus diukur dari jumlah gol.“Saya tidak mencetak gol melawan Singapura, tapi saya menjalankan peran saya. Kamu tidak akan mencetak gol di setiap laga. Abaikan apa kata orang, percaya pada dirimu sendiri, dan nikmati momennya.”
Pernyataan tersebut menggambarkan cara Baker melihat perannya di lapangan. Menurutnya, tugas seorang penyerang bukan sekadar mencetak gol, tetapi juga melakukan pergerakan tanpa bola, membuka ruang, serta membantu menciptakan peluang bagi rekan setim.
Gol memang menjadi kontribusi yang paling mudah terlihat. Namun, bagi Baker, pekerjaan seorang penyerang juga berlangsung dalam situasi yang tidak selalu tercatat di papan skor.
Karena itu, lima gol ke gawang Bangladesh terasa lebih dari sekadar penampilan produktif. Performa tersebut menjadi kelanjutan dari keyakinannya untuk tetap menjalankan peran meski sebelumnya mendapat kritik.
Herdman Puji Sikap Mitchell Baker
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, juga memberikan apresiasi terhadap sikap Baker setelah penampilan impresif tersebut. Pujian itu menyoroti sisi lain dari Baker di tengah sorotan besar setelah mencetak lima gol.“Yang kalian lihat adalah anak muda yang sangat rendah hati,” kata Herdman.
Alih-alih menjadikan dirinya sebagai pusat perhatian, pemain muda tersebut tetap menempatkan performanya sebagai bagian dari kerja kolektif Timnas Indonesia. Sikap tersebut juga menjadi salah satu cerita menarik dari kemenangan besar Indonesia atas Bangladesh.
Dedikasikan Gol untuk Keluarga
Di balik penampilan luar biasa Baker, ada sisi personal yang membuat gol kelimanya terasa semakin berarti. Ketika ditanya mengenai apa yang ada dalam pikirannya pada momen tersebut, Baker menyebut keluarganya.“Yang ada di pikiran saya cuma kakek saya di stadion, ibu saya, seluruh keluarga saya di Indonesia.”
Gol pada menit ke-90+7 bukan hanya menjadi penutup kemenangan 9–2 Indonesia. Bagi Baker, momen itu juga menjadi sesuatu yang ia persembahkan secara emosional kepada orang-orang terdekat yang mendukung perjalanan kariernya.
Dari Gagal Cetak Gol hingga Lima Gol
Perjalanan Baker dalam beberapa hari terakhir menunjukkan betapa cepatnya situasi seorang pemain sepak bola dapat berubah.
Saat menghadapi Singapura, ia tidak mencetak gol dan sempat mendapat kritik. Enam hari kemudian, Baker menjadi salah satu pemain paling menentukan dalam kemenangan besar Indonesia atas Bangladesh dengan torehan lima gol.
Namun, Baker tidak menjadikan kritik sebagai sesuatu yang harus dibalas melalui kata-kata. Ia memilih menjawabnya di lapangan.
Pesannya pun sederhana, percaya pada diri sendiri, nikmati permainan, jalankan peran, dan tetap mengutamakan tim. Kini, tantangan berikutnya sudah menanti.
Indonesia Hadapi Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026
Setelah memastikan tiket final, Timnas Indonesia akan menghadapi Thailand pada partai puncak FIFA ASEAN Cup 2026, Senin, 5 Oktober, nanti.Penampilan lima gol Mitchell Baker tentu menjadi modal kepercayaan diri tersendiri. Namun, seperti yang selalu ditekankannya, sepak bola bukan hanya tentang satu pemain dan jumlah gol yang dicetak.
Bagi Baker, kesempatan di final akan menjadi momen berikutnya untuk kembali menjalankan perannya—dan menikmati permainan bersama Timnas Indonesia.