Manajer Italia, Gianluigi Buffon (kanan), bersama pelatih timnas Italia, Gennaro Gattuso (AFP/Stefano Rellandini)
Manajer Italia, Gianluigi Buffon (kanan), bersama pelatih timnas Italia, Gennaro Gattuso (AFP/Stefano Rellandini)

Timnas Italia

Gagal Bawa Italia ke Piala Dunia, Masa Depan Gattuso di Ujung Tanduk

Gregorius Gelino • 01 April 2026 10:44
Ringkasnya gini..
  • Buffon merasa Gattuso membawa atmosfer positif ke timnas Italia dan itu menjadi salah satu target federasi.
  • Tapi Buffon juga memahami bahwa target utama membawa Italia ke Piala Dunia 2026 gagal dicapai Gattuso.
  • Buffon meminta publik bersabar dan akan melakukan evaluasi masa depan Gattuso dengan kepala dingin Juni nanti.
Zenica: Kegagalan Italia menembus putaran final Piala Dunia 2026 membuat masa depan sang pelatih, Gennaro Gattuso, dipertanyakan. Tapi manajer Italia, Gianluigi Buffon, memastikan keputusan baru akan diambil Juni mendatang.
 
"Ini adalah situasi yang rumit dan kami perlu mengambil waktu yang dibutuhkan untuk membuat evaluasi yang tepat," ujar Buffon seperti dilansir dari Football Italia.
 
Buffon menilai evaluasi perlu dilakukan sebelum mengambil keputusan soal masa depan Gattuso. Buffon berharap suporter Italia tak buru-buru menuntut tanggung jawab Gattuso dan mengambil keputusan dengan kepala dingin.

"Jelas bahwa musim masih berlangsung hingga Juni. Hingga saat itu, langkah yang tepat dan adil adalah kami tetap tersedia bagi Federasi, Presiden, dan semua yang percaya dengan kami," tegasnya.

Baca juga: Meski Gagal Bawa Italia ke Piala Dunia, Gattuso Diminta Bertahan

Menurut Buffon, Italia memperlihatkan perkembangan di dalam dan luar lapangan di bawah arahan Gattuso dan itu merupakan salah satu target yang dipasang federasi. Tapi target utama menembus Piala Dunia 2026 tetap gagal sehingga evaluasi perlu dilakukan tapi tidak terburu-buru.
 
"Jika kalian melihat ada yang berubah dan berkembang, maka saya sangat senang, karena itu adalah salah satu target yang kami pasang. Tapi tentu saja target utama ke Piala Dunia tidak tercapai," bebernya.
 
"Ini adalah sesuatu yang sangat menyakitkan dan itu berarti kami terancam mengambil keputusan yang berisiko jadi saya akan berhenti di situ. Kami akan kembali pada Juni kemudian kita akan lihat apa yang terjadi," paparnya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ASM)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan