Infantino sebelumnya mengunggah pernyataan melalui situs resmi FIFA dan media sosialnya. Dalam unggahan tersebut, ia menilai kritik terhadap Piala Dunia 2026 dipenuhi kebencian dan meminta para pengritik untuk "bermeditasi, berdoa, atau menonton pertandingan sepak bola" agar menemukan ketenangan.
Pernyataan itu justru memicu gelombang reaksi baru, termasuk dari Javier Tebas yang selama ini dikenal sebagai salah satu pengkritik paling vokal terhadap kebijakan FIFA.
Tebas Sebut Pernyataan Infantino Memalukan
Melalui akun media sosialnya, Tebas menyebut pernyataan Infantino sebagai pesan yang memprihatinkan dan mempertanyakan alasan di balik sikap defensif sang Presiden FIFA."Hari ini Gianni Infantino menulis pesan yang menyedihkan di Instagram dan akun resmi FIFA," tulis Tebas.
Menurutnya, tidak ada pihak yang mempersoalkan bahwa sepak bola mampu menyatukan masyarakat. Namun, transparansi, tata kelola yang baik, dan akuntabilitas tetap menjadi kewajiban yang harus dijalankan FIFA.
"Tidak ada yang membantah bahwa sepak bola adalah emosi dan persatuan. Namun transparansi, tata kelola yang baik, dan akuntabilitas bukanlah bentuk kebencian, melainkan sebuah kewajiban. Institusi yang kuat tidak menyerang pihak yang mengajukan pertanyaan, tetapi menjawab pertanyaan tersebut," tegasnya.
Tebas kemudian mempertanyakan mengapa Infantino memilih mengeluarkan pernyataan panjang tersebut saat kritik terhadap FIFA semakin deras.
"Ketika seorang pemimpin menghabiskan seluruh pesannya untuk mendiskreditkan kritik yang sah, wajar jika muncul pertanyaan: mengapa sekarang? Apakah ada sesuatu yang sedang terjadi yang tidak kita ketahui?" lanjutnya.
Infantino Bela Piala Dunia 2026
Dalam pernyataannya, Infantino menegaskan bahwa Piala Dunia 2026 berlangsung dengan aman dan sukses.Ia mengklaim turnamen yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko berjalan tanpa kekerasan maupun insiden keamanan.
Selain itu, Infantino juga membela sejumlah keputusan FIFA yang sempat menuai kontroversi, termasuk persoalan visa, penanganan Timnas Iran, hingga keputusan wasit dan komisi disiplin yang menjadi sorotan sepanjang turnamen.
Menurutnya, keputusan kontroversial seperti kartu merah atau kartu kuning yang diperdebatkan merupakan hal biasa dalam sepak bola dan juga terjadi di berbagai liga top dunia.
Kritik terhadap FIFA Terus Bermunculan
Meski demikian, pernyataan Infantino tidak menghentikan kritik terhadap FIFA. Sebaliknya, sejumlah pihak menilai unggahan tersebut justru memperbesar kontroversi yang muncul setelah berakhirnya Piala Dunia 2026.Salah satu isu yang masih menjadi sorotan adalah berbagai keputusan kontroversial selama turnamen, termasuk insiden kartu merah yang melibatkan penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun, serta sejumlah keputusan disiplin FIFA pasca-final Piala Dunia.
Di sisi lain, hubungan Infantino dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga terus menjadi perhatian publik.
Hubungan dengan Donald Trump Ikut Disorot
Laporan media internasional menyebut anggota senior Partai Demokrat di Komite Kehakiman DPR Amerika Serikat, Jamie Raskin, telah memulai penyelidikan terkait hubungan FIFA dengan pemerintahan Donald Trump.Penyelidikan tersebut dikabarkan bertujuan memperoleh dokumen yang berkaitan dengan komunikasi dan hubungan kerja sama antara FIFA dan pemerintahan AS selama penyelenggaraan Piala Dunia 2026.
Kontroversi yang terus bermunculan membuat posisi Gianni Infantino kembali menjadi sorotan dunia sepak bola, terlebih setelah sebelumnya ia juga mendapat kritik dari berbagai liga domestik, organisasi suporter, hingga sejumlah tokoh sepak bola internasional terkait kebijakan FIFA selama Piala Dunia 2026.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda