Komite Disiplin dan Etika Federasi Sepak Bola Arab Saudi menjatuhkan denda 100 ribu riyal atau sekitar Rp471,4 juta serta mewajibkan Al Taawoun memainkan dua laga kandang tanpa penonton.
Sanksi tersebut diberikan setelah sejumlah pendukung Al Taawoun terdengar meneriakkan nama Jota yang diarahkan kepada gelandang Al Hilal, Rúben Neves. Al Hilal menang telak 6-0 dalam pertandingan Liga Pro Saudi tersebut.
Yel-yel Nama Jota Tuai Sorotan
Jota merupakan sahabat dekat sekaligus mantan rekan setim Neves di tim nasional Portugal. Jota meninggal dunia bersama saudaranya, André Silva, dalam kecelakaan mobil di Zamora, Spanyol, pada Juli 2025. Neves juga menjadi salah satu pengusung jenazah Jota dalam pemakamannya.
Rekaman yang beredar di media sosial memperlihatkan Neves bereaksi terhadap teriakan dari tribun. Ia sempat bertepuk tangan secara sarkastis dan mengacungkan jempol sebelum menunjuk ke arah langit dan matanya.
Baca Juga :
Cristiano Ronaldo Cetak Rekor, Jadi Pemain Pertama yang Bobol Gawang dalam 25 Musim Beruntun
Setelah pertandingan, Neves memberikan respons ketika melewati zona wawancara. "Saya hanya berharap mereka tidak pergi berdoa setelah apa yang mereka lakukan," ujarnya.
Cristiano Ronaldo Ikut Beri Tanggapan
Kontroversi tersebut juga mendapat sorotan dari Cristiano Ronaldo. Kapten Al Nassr itu meminta Liga Pro Saudi memberikan hukuman tegas kepada suporter yang terlibat.
"Liga harus mengambil tindakan dan menghukum perilaku penggemar seperti ini. Ini bukan lagi sepak bola, dan harus ada batasan. Orang-orang yang berperilaku seperti ini seharusnya tidak pernah diizinkan masuk stadion lagi," tulis Ronaldo melalui komentar di Instagram.
Sebelumnya, Al Hilal telah mengajukan laporan resmi kepada Federasi Sepak Bola Arab Saudi terkait insiden tersebut. Al Taawoun juga mengecam tindakan pendukungnya dan menyatakan perilaku tersebut tidak mewakili klub maupun nilai yang mereka junjung.
Komite Disiplin dan Etika Federasi Sepak Bola Arab Saudi kemudian menjatuhkan denda 100 ribu riyal kepada Al Taawoun. Klub juga diwajibkan memainkan dua pertandingan kandang Liga Pro Saudi berikutnya secara tertutup tanpa kehadiran penonton.
Keputusan tersebut berkaitan dengan pelanggaran aturan disiplin dan etika akibat perilaku pendukung dalam pertandingan melawan Al Hilal. Hukuman tersebut bersifat final dan tidak dapat diajukan banding.
(Muhammad Zaidan Rizky)