Emil Audero (Photo by YASUYOSHI CHIBA AFP)
Emil Audero (Photo by YASUYOSHI CHIBA AFP)

FIFA ASEAN CUP 2026

Salut untuk Performa Kiper Emil Audero di FIFA ASEAN Cup 2026

Alfa Mandalika • 06 Oktober 2026 11:20
Ringkasnya gini..
  • Emil Audero menjadi pahlawan Indonesia setelah menggagalkan penalti Nattapong Sayriya.
  • Indonesia menang 4-2 dalam adu penalti setelah bermain 2-2 selama 120 menit.
  • Kemenangan atas Thailand membuat Garuda menjadi juara pertama FIFA ASEAN Cup 2026.
Jakarta: Emil Audero menjadi salah satu tokoh utama di balik keberhasilan Timnas Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026. Kiper kelahiran Mataram itu tampil sebagai pahlawan ketika final melawan Thailand harus ditentukan melalui adu penalti.

Indonesia bermain imbang 2-2 melawan Thailand hingga 120 menit. Dean James dan Elkan Baggott mencetak gol untuk Garuda, sementara Thailand membalas lewat Iklas Sanron dan Peeradol Chamrasamee.

Dalam adu penalti, Indonesia akhirnya menang 4-2. Audero menggagalkan salah satu eksekusi Thailand dan memastikan Skuad Garuda mengangkat trofi edisi perdana FIFA ASEAN Cup.


Audero Tampil di Momen Paling Menentukan

Pertandingan final berjalan sangat ketat sejak awal. Thailand lebih banyak menunggu kesempatan melalui serangan balik, sedangkan Indonesia berusaha mengambil inisiatif dengan penguasaan bola yang lebih agresif.

Indonesia akhirnya membuka keunggulan pada menit ke-84 melalui Dean James. Tendangan bebas James berubah arah setelah mengenai pemain Thailand sebelum melewati kiper Saranon Anuin.

Namun, keunggulan itu hanya bertahan tiga menit. Iklas Sanron menyamakan kedudukan melalui penyelesaian voli setelah menerima umpan silang Seksan Ratree. Skor 1-1 membuat final berlanjut ke babak tambahan.

Thailand kemudian membuat keadaan semakin sulit bagi Indonesia. Bermain dengan 10 pemain setelah Nicholas Mickelson mendapat kartu merah, Thailand justru mampu mencetak gol kedua melalui Peeradol Chamrasamee pada menit ke-111.
 

Elkan Baggott Selamatkan Indonesia

Indonesia tidak menyerah meski kembali berada dalam posisi tertinggal. Lima menit setelah gol Peeradol, Elkan Baggott mencetak gol penyama kedudukan melalui tembakan yang membentur bagian bawah mistar.

Gol tersebut memiliki cerita tersendiri karena Baggott lahir di Bangkok, kota asal lawan Indonesia di final. Bek tersebut justru menjadi pemain yang menjaga harapan Garuda tetap hidup ketika pertandingan memasuki menit-menit terakhir.

Setelah skor kembali 2-2, kedua tim tidak mampu mencetak gol tambahan hingga babak tambahan selesai. Adu penalti pun menjadi penentu siapa yang berhak membawa pulang trofi pertama FIFA ASEAN Cup.

Indonesia menjalankan eksekusinya dengan baik. Sementara itu, Thailand kehilangan dua kesempatan melalui Sarach Yooyen dan Nattapong Sayriya.


Penyelamatan Yang Antar Indonesia Juara

Momen paling menentukan datang ketika Audero berdiri di bawah mistar menghadapi tendangan Nattapong Sayriya. Kiper Indonesia tersebut mampu membaca arah bola dan melakukan penyelamatan penting.

Setelah penyelamatan tersebut, Indonesia memastikan kemenangan 4-2 dalam adu penalti. Kevin Diks, Dean James, Elkan Baggott, dan Shayne Pattynama menjadi eksekutor Indonesia yang sukses menjalankan tugasnya.

Bagi Audero, penyelamatan itu melengkapi perjalanan panjang final yang berlangsung lebih dari 120 menit. Ia tidak hanya harus menghadapi tekanan permainan Thailand, tetapi juga situasi ketika Indonesia dua kali berada dalam posisi tertinggal.

Kemenangan tersebut membuat Indonesia menjadi juara pertama FIFA ASEAN Cup. Lebih spesial lagi, Garuda mengakhiri penantian 10 tahun dan delapan pertandingan tanpa kemenangan atas Thailand pada momen terbesar turnamen.


(Mohammad Althaf Musyaffa)

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ASM)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan