Bek FC Nantes, Jaouen Hadjam. (Sebastien SALOM-GOMIS / AFP.)
Bek FC Nantes, Jaouen Hadjam. (Sebastien SALOM-GOMIS / AFP.)

Pemain Liga Prancis Ini Dicoret dari Skuad karena Ingin Bertanding sambil Puasa

Friko Simanjuntak • 09 April 2023 13:20
Nantes: Seorang pemain di Prancis harus membayar mahal atas keputusannya yang tetap ingin bertanding sambil melaksanakan ibadah puasa. Sebab, dia jadi dicoret dari skuad oleh pelatih.
 
Pemain FC Nantes, Jaouen Hadjam, adalah satu dari sekian banyak pesepak bola muslim yang harus menjalankan ibadah puasa di tengah kompetisi Ligue 1 Prancis. 
 
Bek kiri berusia 20 tahun ini kemudian menghadapi dilema, apakah tetap berpuasa atau meninggalkan ibadah puasa atas dasar profesionalisme –demi tetap bugar.

Hadjam akhirnya memilih tetap menjalankan ibadah puasa jelang pertandingan Nantes vs Stade de Reims pada lanjutan Ligue 1, Minggu 2 April lalu. Ia artinya menolak perintah pelatih Antoine Kombouare yang meminta tidak berpuasa di hari pertandingan.
 
Sayangnya, keputusan Hadjam untuk tetap melanjutkan puasa justru membuatnya terkena hukuman karena sang pelatih memutuskan mencoret Hadjam dari skuad, dan Nantes pun kalah dari Reims dengan skor 0-3.
 
"Tidak ada kontroversi. Yang berpuasa, saya dukung. Tapi pada hari pertandingan, Anda tidak boleh berpuasa," kata Kombouare.
 
"Itu bukan hukuman. Saya hanya menetapkan aturan. Itu pilihannya dan saya menghormati itu," tambahnya.
 
Mungkin, keputusan Kombouare melarang pemainnya berpuasa di hari pertandingan didasari atas aturan Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) yang melarang adanya jeda berbuka puasa saat bertanding. 
 
Sebab menurut FFF, jeda yang diberikan saat pertandingan berlangsung merupakan pelanggaran statuta organisasi yang tidak boleh mengaitkan sepak bola dengan hal lain, termasuk politik, ideologi dan juga agama.
 
Berbeda dengan Prancis, Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) malah memperbolehkan adanya jeda untuk berbuka puasa di tengah pertandingan. 
 
Ofisial pertandingan di Inggri telah diberi panduan dalam pertandingan untuk memungkinkan pemain Muslim berbuka puasa dengan mengonsumsi air dan gel energi saat bermain di pertandingan malam.
 
Ofisial juga didorong untuk mengidentifikasi pemain-pemain muslim yang perlu berbuka puasa sehingga mereka dapat mengatur waktu yang tepat untuk istirahat dalam permainan.
 
Dua tahun lalu, seorang pesepakbola Liga Inggris diizinkan berbuka puasa untuk pertama kalinya dalam sejarah. Wesley Fofana – bermain untuk Leicester City pada saat itu – dan Cheikhou Kouyate, sebelumnya dari Crystal Palace, diizinkan untuk mengambil cairan dan suplemen untuk berbuka puasa saat pertandingan berlangsung.

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KAH)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan