Kemenangan Persib ditentukan gol cepat Julio Cesar saat pertandingan baru berjalan lima menit. Bek asal Brasil itu memanfaatkan situasi bola mati dari sepak pojok Marc Klok untuk membawa Maung Bandung unggul 1-0.
Skor tersebut bertahan hingga peluit panjang. Persib pun membawa pulang tiga poin sekaligus mengawali perjalanan di Grup E dengan kemenangan.
Persib Putus Rekor Buruk Wakil Indonesia
Kemenangan atas FC Seoul memiliki arti penting bagi Persib dan sepak bola Indonesia. Pasalnya, Maung Bandung menjadi tim Indonesia pertama yang berhasil menang di kandang klub Korea Selatan dalam kompetisi antarklub Asia.
Catatan tersebut telah berlangsung sejak era Asian Club Championship sebelum kompetisi berkembang menjadi AFC Champions League. Sebelum Persib memutus catatan tersebut, terdapat 10 pertandingan yang berakhir dengan kekalahan wakil Indonesia di Korea Selatan.
Pelita Jaya menjadi klub Indonesia pertama yang kalah di Korea Selatan setelah takluk 1-4 dari Seongnam Ilhwa Chunma pada 1994/1995. Setelah itu, PSM Makassar, Persebaya, dan PSIS Semarang juga menelan kekalahan dari klub Korea Selatan pada periode 1996 hingga 2000.
Persik Kediri kemudian mengalami kekalahan terbesar dengan skor 0-15 dari Seongnam Ilhwa Chunma pada 2004. Hasil buruk berlanjut ketika Persebaya, Arema, Sriwijaya FC, Persipura Jayapura, dan Arema kembali kalah dari klub-klub Korea Selatan hingga 2011.
Kini, Persib memutus rangkaian tersebut setelah mengalahkan FC Seoul 1-0. Hasil ini menjadikan Maung Bandung tim Indonesia pertama yang membawa pulang kemenangan dari markas klub Korea Selatan dalam kompetisi antarklub Asia.
Persib Puncaki Grup E
Tambahan tiga poin membuat Persib mengawali kiprah di Grup E ACL Two 2026/2027 dengan kemenangan. Maung Bandung berada di posisi teratas klasemen sementara Grup E dengan koleksi tiga poin.
Setelah menghadapi FC Seoul, Persib masih akan bertemu Melbourne Victory dari Australia dan The Cong-Viettel dari Vietnam dalam fase grup. Persib kini memiliki modal tiga poin penting dari pertandingan pembuka untuk melanjutkan perjuangan di Grup E.
(Muhammad Zaidan Rizky)