Sebelumnya, Asnawi mengungkapkan sejumlah kendala yang dialami Port FC sebelum menjalani pertandingan di Piala Presiden Elite 2026. Dalam konferensi pers, ia menyoroti perjalanan panjang dari Bangkok menuju Surabaya serta fasilitas hotel yang dinilai belum memenuhi kebutuhan tim profesional.
"Tetapi memang banyak hal yang kurang menyenangkan sebelum datang ke sini. Perjalanan yang cukup jauh dari Bangkok. Kita berangkat jam 08.00 pagi, sampai di hotel jam 19.00 WIB malam, dan kita mendapatkan hotel yang kurang baik. Sangat kurang layaklah sebagai juara bertahan, tapi mendapatkan fasilitas yang kurang baik menurut saya. Dari segi gym dan lain-lainnya itu kurang baik," katanya.
Pernyataan Asnawi Tuai Kritik Warganet
Pernyataan tersebut kemudian memicu perdebatan di media sosial. Sejumlah warganet menilai kritik Asnawi tidak tepat karena hotel yang ditempati Port FC merupakan salah satu hotel bintang lima di Surabaya dengan fasilitas yang tergolong lengkap.
Sebagian warganet bahkan menganggap Asnawi tidak bersyukur atas fasilitas yang diberikan panitia. Kritik terhadap pemain Timnas Indonesia itu pun ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial.
Asnawi Brikan Klarifikasi atas Kritiknya
Menanggapi polemik yang berkembang, Asnawi menyampaikan klarifikasi melalui akun Instagram pribadinya pada Senin, 27 Juli 2026. Ia meminta masyarakat memahami konteks pernyataannya secara utuh sebelum memberikan penilaian.
"Saya tidak pernah menghina kota maupun klub. Ini ditujukan kepada pihak penyelenggara, bukan kepada kota atau klub," tulis Asnawi.
Ia menjelaskan bahwa hotel yang ditempati Port FC memiliki fasilitas yang baik untuk kebutuhan menginap maupun berlibur. Namun, menurutnya, hotel tersebut belum sepenuhnya mendukung
kebutuhan operasional sebuah tim sepak bola dengan jumlah pemain yang besar.
"Tetapi kurang sesuai untuk kebutuhan operasional tim sepak bola dengan total pemain yang cukup banyak. Yang jauh lebih penting adalah fasilitas pendukung, terutama gym yang luas dengan peralatan lengkap untuk menunjang recovery dan menjaga performa pemain," ujarnya.
Selain itu pemain Timnas Indonesia itu juga menyebutkan bahwa ini adalah bukan opini pribadinya melainkan rekan-rekan tim nya di Port FC juga merasakan hal yang sama.
"Ini bukan hanya opini saya pribadi, tapi juga yang dirasakan rekan tim saya. Karena saya mewakili tim dalam jumpa pers, maka saya sampaikan agar ke depannya bisa lebih baik," jelas pemain kelahiran Makassar tersebut.
Asnawi berharap penyelenggara Piala Presiden Elite 2026 dapat menjadikan masukan tersebut sebagai bahan evaluasi agar fasilitas akomodasi pada penyelenggaraan berikutnya semakin sesuai dengan kebutuhan tim peserta.
"Berharap ke depannya dengan euforia turnamen sebesar ini, pihak penyelenggara dapat mempertimbangkan hotel yang lebih sesuai dengan kebutuhan tim. Terutama dari sisi kenyamanan, recovery, dan fasilitas seperti gym," tutupnya.
(Muhammad Zaidan Rizky)
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda