Lonjakan jumlah penonton ini dipicu oleh ekspansi format baru yang melibatkan 48 tim nasional serta total 104 pertandingan. Sejak fase grup bergulir, antusiasme fans dari berbagai belahan dunia sudah tak terbendung, di mana rekor lama Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat (3,58 juta penonton) berhasil dilewati bahkan sebelum laga babak penyisihan grup berakhir.
Stadion Selalu Penuh dan Okupansi Hampir Sempurna
Seperti dilansir electronicsweekly.com, data resmi FIFA mencatat bahwa rata-rata tingkat keterisian (occupancy rate) stadion di 16 kota penyelenggara mencapai 99,7%. Dengan rata-rata 65.490 penonton per pertandingan, atmosfer di dalam stadion berlangsung sangat meriah, baik pada laga pembuka hingga partai final.

Presiden FIFA, Gianni Infantino, menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan tak terbatas dari para penggemar sepak bola global. Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan di Amerika Utara ini sekaligus membungkam berbagai keraguan awal mengenai kapasitas logistik dan tiket.
"Sepak bola terbukti mampu menyatukan jutaan pasang mata dan menegaskan posisinya sebagai olahraga paling populer di dunia," ujarnya.
Rekor Penyiaran dan Dampak Ekonomi
Tak hanya di dalam tribun, kejuaraan edisi ke-23 ini juga memecahkan rekor pemirsa layar kaca dan platform streaming global secara signifikan.
Gabungan antara kapasitas stadion raksasa modern di AS dan tingginya minat penonton internasional menjadikan Piala Dunia 2026 sebagai perhelatan olahraga dan budaya terbesar yang pernah dicatatkan dalam sejarah manusia.
Keberhasilan ini diprediksi akan menjadi standar baru bagi penyelenggaraan Piala Dunia FIFA di masa-masa mendatang, sekaligus membuka era baru pertumbuhan industri sepak bola di kawasan Amerika Utara
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda