Pertanyakan Perubahan Tambahan Waktu
Malaysia sebenarnya sempat bersorak setelah mengalahkan Singapura dengan skor 6-0 pada laga pamungkas grup A. Tapi, Indonesia berhasil menang 9-2 dengan dua gol dicetak pada menit ke-96 dan 97 yang memastikan Merah Putih menembus final berkat unggul agresivitas gol meski punya selisih gol yang sama dengan Malaysia, yaitu 9 gol."Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) menanggapi serius masalah perubahan waktu tambahan yang terjadi selama pertandingan antara Indonesia dan Bangladesh di Piala ASEAN FIFA 2026 di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, tadi malam. Pertandingan tersebut menyaksikan waktu tambahan, yang awalnya ditetapkan dua menit, kemudian diubah menjadi tujuh menit," bunyi pernyataan resmi FAM.
Karena itu, FAM akan meminta penjelasan kepada FIFA terkait perubahan tambahan waktu pada laga Indonesia vs Bangladesh. Mereka ingin meminta penjelasan resmi terkait prosedur perubahan waktu tambahan tersebut agar tidak menjadi bola liar.
"Dalam hal ini, FAM akan mengajukan permohonan resmi kepada Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) untuk menjelaskan dasar, prosedur, dan keadaan yang menyebabkan perubahan periode waktu tambahan tersebut," sambung pernyataan tersebut. "FAM ingin menekankan bahwa manajemen waktu pertandingan merupakan aspek penting dalam memastikan setiap pertandingan berjalan secara adil, transparan, dan sesuai dengan peraturan kompetisi yang telah ditetapkan," tambah pernyataan tersebut.
"Oleh karena itu, FAM mendesak FIFA untuk melakukan investigasi terhadap insiden tersebut dan memberikan penjelasan rinci tentang keputusan yang dibuat oleh para wasit, termasuk apakah perubahan ke babak perpanjangan waktu diterapkan sesuai dengan prosedur dan peraturan yang berlaku," lanjut pernyataan tersebut.
Malaysia Berkelit
Tapi FAM berkelit bahwa investigasi tersebut bukan bermaksud mempertanyakan hasil pertandingan Indonesia melawan Bangladesh. Namun sekadar meminta penjelasan resmi tentang proses dan prosedur perwasitan agar tidak terjadi kebingungan di pertandingan selanjutnya."Pada saat yang sama, FAM ingin menekankan bahwa permohonan ini tidak dimaksudkan untuk mempertanyakan hasil pertandingan atau mempersoalkan prestasi tim mana pun, melainkan untuk mendapatkan penjelasan resmi mengenai proses dan prosedur perwasitan guna menghindari kebingungan yang mungkin timbul," tutup pernyataan tersebut.