Pertandingan ini bukan sekadar perebutan tiket ke babak 16 besar. Banyak yang menyebut duel tersebut sebagai "last dance" atau tarian terakhir dua ikon yang telah mendominasi sepak bola dunia selama lebih dari dua dekade.
Namun, melihat bagaimana keduanya terus menolak tunduk pada usia, siapa yang berani memastikan ini benar-benar menjadi penampilan terakhir mereka?
Dua Dekade Mengukir Sejarah
Cristiano Ronaldo memulai karier bersama Timnas Portugal pada Agustus 2003. Saat itu, Luis Figo masih menjadi kapten Selecao das Quinas, sementara Ronaldo baru berusia 18 tahun.Sementara Luka Modric menjalani debut bersama Kroasia pada Maret 2006, ketika YouTube bahkan baru beberapa bulan diluncurkan dan dunia sepak bola masih dikuasai generasi Juan Roman Riquelme, Zinedine Zidane, hingga Ronaldinho.
Kini, lebih dari 20 tahun kemudian, keduanya masih menjadi andalan negaranya di panggung terbesar dunia.
Laga Portugal kontra Kroasia juga mencatat sejarah tersendiri. Untuk pertama kalinya dalam sejarah Piala Dunia, dua pemain dengan lebih dari 200 penampilan internasional saling berhadapan dalam satu pertandingan fase gugur.
Pernah Bersama Menguasai Eropa
Hubungan Ronaldo dan Modric bukan hanya sebatas rival di level internasional.Keduanya pernah menjadi rekan setim di Real Madrid selama bertahun-tahun dan tampil bersama dalam lebih dari 200 pertandingan.
Kolaborasi mereka menghasilkan berbagai gelar bergengsi, termasuk beberapa trofi Liga Champions yang menjadikan Madrid sebagai kekuatan dominan di Eropa.
Meski kini berdiri di kubu berbeda, rasa saling menghormati tetap terjaga di antara dua pemain yang sama-sama dikenal memiliki mental juara.
Sama-sama Sempat Diragukan
Perjalanan keduanya di Piala Dunia 2026 tidak selalu mulus.Modric sempat mendapat kritik setelah melakukan pelanggaran yang berujung penalti saat Kroasia kalah dari Inggris pada laga pembuka.
Ronaldo bahkan menerima sorotan lebih tajam usai Portugal tampil mengecewakan ketika menghadapi Republik Demokratik Kongo. Banyak yang mempertanyakan apakah Roberto Martinez masih terlalu bergantung kepada sang megabintang.
Namun, keduanya kembali menjawab kritik tersebut.
Modric perlahan kembali menunjukkan kualitasnya sebagai pengatur permainan terbaik Kroasia.
Sementara Ronaldo bangkit dengan mencetak dua gol saat Portugal mengalahkan Uzbekistan dan membuktikan bahwa naluri mencetak golnya belum memudar.
Masih Sulit Mengalahkan Waktu
Di usia yang hampir menyentuh kepala empat, Cristiano Ronaldo dan Luka Modric masih mampu bersaing di level tertinggi.Ronaldo bahkan masih mengejar target pribadi yang luar biasa, yakni menembus 1.000 gol sepanjang karier profesional, sebuah rekor yang tampaknya menjadi motivasi terbesarnya untuk terus bermain.
Sementara Modric memang belum memastikan masa depannya, tetapi banyak pihak memperkirakan Piala Dunia 2026 akan menjadi turnamen internasional terakhirnya bersama Kroasia.
Siapa yang Akan Melanjutkan Perjalanan?
Laga Portugal melawan Kroasia dipastikan menghadirkan drama emosional.Satu tim akan melangkah ke babak 16 besar dan menjaga mimpi meraih trofi Piala Dunia tetap hidup.
Sebaliknya, satu tim lainnya harus mengakhiri perjalanan, sekaligus mungkin menutup kisah salah satu legenda terbesar sepak bola modern di panggung internasional.
Apakah ini benar-benar "last dance" Cristiano Ronaldo atau Luka Modric? Sejarah menunjukkan keduanya selalu berhasil mematahkan prediksi.
Karena jika ada dua pemain yang mampu melawan waktu, maka nama Cristiano Ronaldo dan Luka Modric adalah jawabannya.
*Halo sobat Medcom, buat kalian yang suka nonton bola dan nebak skor pertandingan, yuk ikutan lomba tebak skor Medcom.id yang akan hadir setiap hari dari fase grup hingga final. Nah, kita udah siapin hadiah menarik senilai jutaan rupiah buat kalian yang paling banyak menebak skor pertandingan dengan benar. So, tunggu apa lagi, yuk, daftar di sini.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda