Final Liga Champions musim ini mempertemukan dua tim yang sama-sama mengusung misi bersejarah. PSG datang dengan status juara bertahan dan berpeluang menjadi tim kedua pada era modern Liga Champions yang mampu mempertahankan gelar setelah Real Madrid. Sementara itu, Arsenal berusaha meraih trofi Liga Champions pertama mereka setelah sukses mengakhiri penantian panjang gelar Liga Primer Inggris musim ini.
Dalam konferensi pers jelang laga, Luis Enrique tidak menampik bahwa Arsenal memiliki dorongan kuat untuk mencatat sejarah baru dengan menjadi juara Eropa untuk pertama kalinya.
"Ya, itu sangat kuat," kata Enrique ketika ditanya mengenai motivasi Arsenal, dikutip dari The Guardian.
Meski demikian, pelatih asal Spanyol itu meyakini keinginan PSG untuk mempertahankan gelar merupakan motivasi yang lebih besar dibanding lawannya.
"Tetapi tahukah Anda betapa kuatnya keinginan untuk memenangkan gelar kedua berturut-turut? Itu lebih besar. Jadi kami sudah di depan," ujar Enrique.
Menurutnya, kesempatan untuk mempertahankan trofi Liga Champions dan mengukir sejarah sebagai salah satu tim elite Eropa menjadi pendorong utama bagi skuad Les Parisiens.
Enrique menegaskan tidak ada motivasi yang lebih besar daripada kesempatan memenangkan Liga Champions. Karena itu, ia meminta para pemainnya fokus menampilkan performa terbaik di partai final.
"Saya rasa tidak ada motivasi yang lebih baik daripada memenangkan Liga Champions. Kita akan lihat besok siapa yang lebih baik. Kami berdua memenangkan liga masing-masing dan saya akan fokus pada hal-hal positif untuk tim saya sehingga kami dapat menunjukkan yang terbaik dari diri kami," tuturnya.
Final Liga Champions 2026 diprediksi berlangsung sengit. Arsenal berupaya mengakhiri penantian panjang mereka atas trofi Eropa, sementara PSG berambisi mempertahankan gelar dan mempertegas dominasinya di sepak bola Eropa.
(Muhammad Zaidan Rizky)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News