Winger Real Madrid, Vinicius Junior, berduel dengan winger Benfica, Gianluca Prestianni (AFP/Patricia De Melo Moreira)
Winger Real Madrid, Vinicius Junior, berduel dengan winger Benfica, Gianluca Prestianni (AFP/Patricia De Melo Moreira)

Real Madrid

Kemenangan Madrid Tercoreng Rasisme Pemain Benfica

Gregorius Gelino • 18 Februari 2026 12:53
Ringkasnya gini..
  • Madrid berhasil mengalakhan Benfica dengan skor 1-0.
  • Kemenangan Madrid tercoreng aksi Prestianni yang menghina Vini dengan nada rasis.
  • Arbeloa menuntut Prestianni mengungkap apa yang ia katakan kepada Vini.
Lisbon: Real Madrid meraih kemenangan di markas Benfica dalam leg pertama playoff Liga Champions yang dihelat Rabu, 18 Februari, dini hari tadi. Madrid menang tipis 1-0 atas Benfica berkat gol semata wayang Vinicius Junior.
 
Namun, kemenangan Madrid tercoreng dengan perilaku rasis salah satu pemain Benfica, Gianluca Prestianni, terhadap Vini. Akibatnya, pertandingan sempat terhenti selama delapan menit sebelum para pemain Madrid memutuskan untuk kembali ke lapangan dan menuntaskan pertandingan.
 
"Pada menit ke-52 pertandingan, Francois Letexier mengaktifkan protokol anti rasisme. Wasit asal Prancis menghentikan pertandingan setelah Vini mendekatinya dan melaporkan hinaan bernada rasis dari Prestianni, pemain Benfica, sebelum melanjutkan pertandingan delapan menit kemudian," bunyi pernyataan resmi Madrid.

Baca juga: Endrick Balik ke Real Madrid, Tapi Ogah Jadi 'Camat' Lagi

Pelatih interim Madrid, Alvaro Arbeloa, menilai perilaku Prestianni akan membuat pelatih Benfica, Jose Mourinho, kecewa berat. Sebagai mantan anak asuh Mourinho, Arbeloa paham betul bahwa Mourinho tidak mentoleransi rasisme.

"Tanyakan pemain Benfica itu apa yang ia katakan kepada Vini. Semua orang di sepak bola berhak tahu jawaban dari pertanyaan itu, itu saja yang bisa saya katakan," ujar Arbeloa.
 
"Tidak ada toleransi untuk rasisme dan kita tidak bisa membiarkan hal ini terjadi di lapangan di 2026. Vini mengatakan kepada saya apa yang ia dengar darinya dan saya mempercayainya, ia tidak mungkin mengada-ada," tegasnya.
 
"Ketika Mourinho mengetahui apa yang terjadi dan apa yang pemainnya katakan, ia akan jadi orang pertama yang menghukumnya. Tidak ada toleransi untuk perilaku seperti itu," pungkasnya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ASM)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan