Namun, kemenangan Madrid tercoreng dengan perilaku rasis salah satu pemain Benfica, Gianluca Prestianni, terhadap Vini. Akibatnya, pertandingan sempat terhenti selama delapan menit sebelum para pemain Madrid memutuskan untuk kembali ke lapangan dan menuntaskan pertandingan.
"Pada menit ke-52 pertandingan, Francois Letexier mengaktifkan protokol anti rasisme. Wasit asal Prancis menghentikan pertandingan setelah Vini mendekatinya dan melaporkan hinaan bernada rasis dari Prestianni, pemain Benfica, sebelum melanjutkan pertandingan delapan menit kemudian," bunyi pernyataan resmi Madrid.
Baca juga: Endrick Balik ke Real Madrid, Tapi Ogah Jadi 'Camat' Lagi
Pelatih interim Madrid, Alvaro Arbeloa, menilai perilaku Prestianni akan membuat pelatih Benfica, Jose Mourinho, kecewa berat. Sebagai mantan anak asuh Mourinho, Arbeloa paham betul bahwa Mourinho tidak mentoleransi rasisme."Tanyakan pemain Benfica itu apa yang ia katakan kepada Vini. Semua orang di sepak bola berhak tahu jawaban dari pertanyaan itu, itu saja yang bisa saya katakan," ujar Arbeloa.
"Tidak ada toleransi untuk rasisme dan kita tidak bisa membiarkan hal ini terjadi di lapangan di 2026. Vini mengatakan kepada saya apa yang ia dengar darinya dan saya mempercayainya, ia tidak mungkin mengada-ada," tegasnya.
"Ketika Mourinho mengetahui apa yang terjadi dan apa yang pemainnya katakan, ia akan jadi orang pertama yang menghukumnya. Tidak ada toleransi untuk perilaku seperti itu," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News