Gelandang Arsenal Declan Rice tetap tegar dengan kekalahan timnya di final Liga Champions 2025-2026. (Foto: CARLOS JASSO / AFP)
Gelandang Arsenal Declan Rice tetap tegar dengan kekalahan timnya di final Liga Champions 2025-2026. (Foto: CARLOS JASSO / AFP)

Liga Champions 2025/2026

Arsenal Gagal Juara Liga Champions, Rice: Kami Menang dan Kalah Bersama!

Kautsar Halim • 31 Mei 2026 14:15
Ringkasnya gini..
  • Declan Rice menilai adu penalti seperti lotere dan tetap bangga dengan perjuangan Arsenal sepanjang musim.
  • Arsenal gagal meraih gelar Liga Champions pertama setelah kalah 3-4 dari PSG dalam adu penalti.
  • Rice membela Eberechi Eze dan Gabriel Magalhaes yang gagal penalti serta menegaskan tim tetap bersatu menghadapi kekecewaan.
Jakarta: Gelandang Arsenal, Declan Rice, menegaskan skuad The Gunners tetap solid meski harus menelan kekecewaan setelah kalah dari Paris Saint-Germain (PSG) pada final Liga Champions 2025/26 di Puskas Arena, Budapest, Hungaria, Minggu (30/5) malam WIB.
 
Arsenal harus mengubur mimpi meraih gelar Liga Champions pertama dalam sejarah klub setelah takluk 3-4 dalam adu penalti. Hasil tersebut terjadi setelah kedua tim bermain imbang 1-1 hingga babak tambahan waktu.
 

Rice Sebut Adu Penalti Seperti Lotere


Rice mengakui kekalahan melalui adu penalti sangat menyakitkan. Namun, ia menilai hasil tersebut merupakan bagian dari sepak bola yang juga pernah dialami banyak tim besar dunia.
 
"Ini seperti lotere. Beberapa tim terbaik sepanjang sejarah juga pernah kalah lewat adu penalti di final, dan kali ini kami yang merasakannya," ujar Rice seperti dilansir Antara dari TNT Sport seusai pertandingan.

PSG memaksa pertandingan berlanjut ke babak adu penalti setelah gol Kai Havertz disamakan oleh penalti Ousmane Dembele. Saat adu tos-tosan, Arsenal gagal memaksimalkan peluang setelah dua eksekutor mereka tidak mampu menjalankan tugas dengan sempurna.
 

Arsenal Tetap Solid saat Kalah dan Menang


Meski kecewa gagal mengangkat trofi, Rice menegaskan kekuatan utama Arsenal adalah solidaritas yang telah dibangun sepanjang musim.
 
Menurutnya, seluruh pemain merasakan suka dan duka secara bersama-sama, termasuk saat menghadapi kekalahan di laga terbesar musim ini.
 
"Kami menang dan kalah bersama. Saya sangat bangga dengan para pemain ini," kata gelandang timnas Inggris tersebut.
 
Pernyataan itu mencerminkan kuatnya kebersamaan dalam skuad Arsenal yang berhasil tampil konsisten sepanjang musim di berbagai kompetisi.
 

Bangga dengan Perjalanan Arsenal Musim Ini


Rice juga mengajak seluruh tim untuk melihat pencapaian Arsenal secara lebih luas. Meski gagal menjadi juara Eropa, ia menilai perjalanan tim di sepanjang musim ini tetap layak diapresiasi.
 
Terlebih, Arsenal telah mengakhiri penantian panjang menjuarai Liga Inggris Primer League pada pekan lalu. Prestasi yang terakhir kali mereka raih pada musim 2003/2004.
 
"Musim yang luar biasa! Saya sangat kecewa, tetapi saya juga mencoba melihat semuanya secara lebih utuh, mengingat dari mana kami memulai perjalanan ini pada Juli lalu dan di mana posisi kami sekarang. Kami akan bangkit," ujar Rice.
 
Optimisme tersebut menjadi sinyal bahwa Arsenal siap bangkit dan kembali bersaing di level tertinggi musim depan.
 

Rice Bela Eze dan Gabriel yang Gagal Penalti


Rice juga memberikan dukungan penuh kepada Eberechi Eze dan Gabriel Magalhaes yang gagal mengeksekusi penalti pada babak adu penalti. Menurutnya, kegagalan tersebut tidak mengurangi kontribusi besar kedua pemain selama musim berlangsung.
 
"Kami mencintai mereka dan kami selalu mendukung mereka. Hal seperti ini memang terjadi dalam sepak bola. Mereka bukan pemain pertama dan juga bukan yang terakhir yang gagal mengeksekusi penalti di final," ujar Rice.
 
"Tanpa mereka berdua, kami juga tidak akan memenangkan Liga Inggris," lanjutnya.
 
Dukungan dari Rice menunjukkan eratnya hubungan antarpemain Arsenal, yang tetap saling menguatkan meski baru saja mengalami kekecewaan besar.
 

PSG Tambah Koleksi Gelar, Arsenal Tunda Mimpi Juara Eropa


Kemenangan di Budapest membuat PSG semakin mengukuhkan statusnya sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola Eropa dengan koleksi dua trofi Liga Champions. Sementara itu, Arsenal harus kembali menunda ambisi meraih gelar Liga Champions pertama dalam sejarah klub. 
 
Meski demikian, keberhasilan menjuarai Liga Inggris dan mencapai final Liga Champions menjadi modal penting bagi The Gunners untuk menatap musim berikutnya dengan penuh optimisme.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KAH)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan