Kans Juventus juga masih terbuka karena mereka kembali bermain di Liga Serie-A Italia pada Juni. Situasi yang menguntungkan buat Juve. Sebab, tim besutan Maurizio Sarri sudah beradaptasi dengan pertandingan setelah kompetisi sempat ditunda selama tiga bulan akibat pandemi korona.
Nasib berbeda justru dialami Lyon. Mereka belum banyak beradaptasi dengan pertandingan setelah kompetisi Ligue 1 Prancis 2019--2020 resmi tidak dilanjutkan.
Sejauh ini, Lyon baru tampil di laga kompetitif sebanyak sekali. Tepatnya saat mereka menghadapi Paris Saint-Germain pada babak final Coupe de la Ligue, Sabtu 1 Agustus.
Penyerang Lyon Memphis Depay sadar Juventus diuntungkan karena sudah banyak melakoni pertandingan. Namun, ia tetap optimistis timnya bisa mengalahkan La Vecchia Signora pada leg kedua dan lolos ke perempat final.
"Juventus tidak bermain bagus pada leg pertama. Tetapi sekarang, berbulan-bulan kemudian, situasinya sudah berbeda. Mereka sekarang memainkan lebih banyak pertandingan ketimbang kami. Begitu banyak aspek sekarang yang sudah berubah dari biasanya," ujar Depay.
"Tetapi, itu memungkinkan saya untuk bisa bermain di Liga Champions. Saya siap," lanjutnya.
"Dengan aturan baru yang hanya menggelar satu pertandingan di setiap babak, tim mana pun bisa menjadi favorit. Karena Anda tahu hanya punya satu pertandingan. Juventus punya beberapa pemain yang sangat berpengalaman. Sebaliknya, kami banyak pemain muda tidak berpengalaman," tutur Depay.
"Kami hanya harus fokus. Saya tahu jika kami memiliki tim yang sangat bersemangat dan kami tidak takut menghadapi Juventus," imbuhnya.
Namun, bukan tugas mudah buat Juventus untuk bisa lolos ke perempat final. Mereka butuh meraih kemenangan dengan marjin dua gol pada leg kedua nanti andai ingin melangkah ke babak perempat final. Adapun Lyon hanya butuh meraih hasil imbang untuk lolos. (Goal)
Video: Penantian 30 Tahun, Akhirnya Liverpool Angkat Trofi Liga Inggris
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News