Koreografi Spesial di Liga Champions
Sebelum pertandingan dimulai, suporter Fenerbahce menampilkan koreografi dengan bergambar Frankenstein dan bertuliskan “Fenerbahce is back to haunt Europe” atau “Fenerbahce kembali untuk menghantui Eropa”.
Fenerbahçe tifo ????????#UCL pic.twitter.com/F5ePxuKojj
— UEFA Champions League (@ChampionsLeague) September 10, 2026
Suporter tuan rumah juga memberikan penghormatan kepada Gazi Gerçek Yaşar yang meninggal pekan lalu. Setelah itu, dilakukan pengheningan cipta selama satu menit untuk mengenang para korban banjir di Nepal.
Fenerbahce memastikan tempat di fase liga Liga Champions setelah mengalahkan Lyon 2-1 pada leg kedua playoff di pertengahan Agustus. Kemenangan tersebut sempat diwarnai keributan yang melibatkan pemain, staf, dan suporter kedua tim.
Fenerbahce Gagal Menang
Laga melawan Roma menjadi penampilan pertama Fenerbahce di fase utama Liga Champions sejak 2008. Pada musim tersebut, mereka juga tampil di UCL, tetapi tersingkir pada babak kualifikasi.
Fenerbahce sempat tertinggal pada menit ke-39 setelah Bryan Cristante mencetak gol untuk Roma. Tuan rumah kemudian menyamakan kedudukan tiga menit setelah babak kedua dimulai melalui Archie Brown.
Gol tersebut menjadi gol pertama Fenerbahce di fase liga Liga Champions sejak penampilan terakhir mereka pada 2008. Brown juga tampil menonjol sepanjang pertandingan dan dinobatkan sebagai Man of the Match.
Setelah menghadapi Roma, Fenerbahce dijadwalkan bertandang ke markas Aston Villa pada matchday berikutnya, Kamis (15/10) dini hari WIB.
(Ahmad Raul)