Dalam pertandingan yang berlangsung dramatis, raksasa Jerman tersebut menang dengan skor tipis 4-3. Laga tersebut juga menghadirkan sejumlah fakta menarik, mulai dari torehan 50 gol Harry Kane hingga berlanjutnya puasa gelar Kylian Mbappe di kompetisi elite Eropa.
50 Gol Kane Bersama Bayern di Musim Ini
Penyerang asal Inggris, Harry Kane, kembali menunjukkan kelasnya sebagai salah satu striker terbaik dunia. Satu gol yang diciptakan ke gawang Madrid pada pertandingan leg kedua babak perempat final Liga Champions menjadi gol ke-50 Kane untuk Bayern Munchen di semua kompetisi musim ini. Kane hanya butuh 42 pertandingan untuk menciptakan 50 gol.Khusus di ajang Liga Champions musim ini, Kane tercatat telah mengoleksi 12 gol dari 11 penampilan, catatan tersebut membuktikan konsistensi luar biasa sang kapten Inggris bersama Bayern Munchen di musim ini.
Bayern Akhiri Puasa Kemenangan Atas Madrid
Kemenangan Bayern Munchen pada babak perempat final Liga Champions musim ini atas Madrid menjadi catatan bersejarah bagi klub yang berjuluk Die Roten tersebut. Kemenangan tersebut merupakan kemenangan pertama Bayern atas Real Madrid di kompetisi kasta tertinggi Eropa tersebut dalam 14 tahun terakhir, atau sejak April 2012 silam.Pengulangan Sejarah Kelam Real Madrid
Kekalahan atas Munchen ini memastikan Real Madrid harus menyudahi musim 2025-2026 tanpa satu pun trofi. Setelah sebelumnya tersingkir dari Piala Super Spanyol dan gugur di ajang Copa del Rey, peluang di LaLiga pun kian menipis. Saat ini, Madrid tertinggal 9 poin dari Barcelona di posisi puncak dengan sisa laga yang sangat terbatas. Kondisi ini juga memperpanjang tren negatif Real Madrid yang harus menjalani dua musim tanpa gelar juara, sebuah pengulangan sejarah kelam yang terakhir kali dialami klub 16 tahun lalu.Kutukan Mbappe Dalam Liga Champion
Kylian Mbappe kembali gagal meraih trofi Liga Champions. Kekalahan Madrid dari Bayern memperpanjang catatan buruknya di kompetisi tersebut. Sebelum bergabung dengan Madrid pada 2024, Mbappe membela Paris Saint-Germain selama tujuh tahun. Selama periode itu, pencapaian terbaiknya dalam kompetisi Eropa tersebut hanya menjadi runner-up pada musim 2019–2020.Ironisnya, setelah Mbappe hengkang dari PSG demi mendapatkan trofi si kuping besar tersebut bersama Real Madrid, PSG justru berhasil menjuarai Liga Champions musim 2024–2025. Hingga dua musim berseragam Madrid, Mbappe masih belum mampu meraih trofi yang diidamkannya.
Kartu Merah Beruntun Camavinga
Gelandang muda Eduardo Camavinga kembali menjadi sorotan pada pertandingan kali ini setelah menerima kartu merah pada pada menit ke-86, Camavinga yang masuk sebagai pemain pengganti harus diusir dari lapangan oleh wasit setelah melakukan pelanggaran terhadap Harry Kane.Catatan ini menjadi raport merah bagi Camavinga. Pasalnya, pemain asal Prancis tersebut mencatatkan rekor buruk dengan menerima kartu merah pada babak perempat final Liga Champions dalam dua musim secara beruntun. Sebelumnya, ia juga diusir keluar lapangan pada laga melawan Arsenal di babak yang sama pada musim 2024-2025.
(Muhammad Zaidan Rizky)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News