Kekalahan tersebut menjadi perhatian serius bagi Amorim, terutama karena Milan harus menghadapi jadwal pertandingan yang padat dengan sejumlah pemain yang tidak tersedia. Meski demikian, pelatih asal Portugal itu menegaskan bahwa kondisi tersebut bukan alasan untuk membenarkan hasil buruk yang diraih timnya.
“Banyak pertandingan, banyak pemain yang absen. Situasinya sulit bagi kami. Saya merasa sejak menit pertama tim sedikit kelelahan dan tidak memiliki banyak energi,” ujar Amorim.
“Kami kebobolan dua gol dengan cepat, lalu mencoba bangkit dan memiliki peluang besar melalui Camarda. Jumlah pertandingan yang kami jalani memang berat bagi kami.”
Amorim Soroti Kelelahan Pemain Milan
Amorim menilai padatnya jadwal pertandingan memberikan dampak nyata terhadap performa AC Milan. Dengan sejumlah pemain absen, ruang untuk melakukan rotasi menjadi semakin terbatas. Akibatnya, beberapa pemain harus menghadapi beban pertandingan yang tinggi.Menurut Amorim, situasi tersebut perlu dipahami secara menyeluruh ketika mengevaluasi kekalahan dari Bologna. Ia menegaskan bahwa pertandingan tidak bisa dinilai hanya dari kesalahan taktik atau individu tanpa mempertimbangkan kondisi tim.
“Kita perlu melihat konteksnya. Bukan berarti pertandingan ini tidak memiliki konteks,” kata Amorim.
Meski mengakui adanya masalah kebugaran, Amorim tidak ingin menjadikan absennya pemain sebagai pembenaran atas kekalahan AC Milan. Ia justru menekankan bahwa keterbatasan skuad membuat tim kesulitan menjaga intensitas permainan yang menjadi ciri khasnya.
“Saya tidak mengatakan kami kalah karena cedera. Saya mengatakan bahwa kami kekurangan energi karena tidak bisa melakukan rotasi yang sama,” tegasnya.
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa persoalan AC Milan bukan semata-mata terkait strategi, melainkan juga kemampuan mempertahankan intensitas ketika jadwal pertandingan semakin padat.
Sulit Menjaga Intensitas Tekanan
Salah satu hal yang disoroti Amorim adalah kemampuan AC Milan menjalankan pressing secara konsisten. Menurutnya, tim mengalami kesulitan ketika tidak mampu mempertahankan gaya permainan yang diinginkan.“Sulit bagi kami untuk terus melakukan pressing sepanjang waktu. Ketika kami berhenti memainkan permainan kami sendiri, kami akan kesulitan,” jelas Amorim.
Ia juga mengingatkan bahwa perubahan gaya bermain sebuah tim tidak bisa terjadi secara instan. Seorang pelatih membutuhkan waktu untuk membangun identitas permainan, menanamkan prinsip taktik, dan memastikan para pemain mampu menjalankannya secara konsisten.
“Pelatih baru tidak bisa membuat tim bermain dengan gaya sepak bola yang berbeda hanya dalam beberapa bulan. Itu sesuatu yang seharusnya bisa dipahami,” lanjutnya. Amorim menilai kesalahan yang terjadi di lapangan tidak selalu bisa dijelaskan hanya melalui aspek taktik. Kelelahan juga dapat memengaruhi pengambilan keputusan, konsentrasi, dan kemampuan pemain untuk menjalankan instruksi selama pertandingan.
Ia mengakui bahwa AC Milan sempat berusaha mengubah keadaan setelah tertinggal. Namun, kurangnya energi sejak awal membuat tim kesulitan menjaga performa hingga pertandingan berakhir meski Amorim tetap menegaskan bahwa faktor kebugaran bukan alasan untuk menghindari tanggung jawab atas hasil yang mengecewakan tersebut.
Fokus Milan Beralih ke Laga Derby
Setelah kekalahan dari Bologna, perhatian Amorim kini tertuju pada pertandingan berikutnya, yakni derby yang akan dihadapi AC Milan. Namun, kondisi skuad masih menjadi tanda tanya lantaran belum mengetahui secara pasti berapa banyak pemain yang akan tersedia untuk pertandingan tersebut.“Saya tidak tahu berapa banyak pemain yang akan saya miliki. Kami akan melihat kondisi mereka besok, kemudian dalam dua hari kami akan mempersiapkan pertandingan,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa tim pelatih akan memaksimalkan waktu persiapan yang tersedia dan mencari solusi berdasarkan pemain yang siap tampil. Situasi ini membuat persiapan AC Milan menjadi semakin penting.
“Kami akan mempersiapkan pertandingan dengan waktu dan solusi yang kami miliki. Kami memiliki tanggung jawab untuk berjuang meraih kemenangan,” tegas Amorim.
Dengan waktu pemulihan yang terbatas, Amorim harus menentukan komposisi tim sekaligus memastikan para pemain mampu kembali tampil dengan intensitas yang dibutuhkan. Bagi Rossoneri, derby tersebut bukan sekadar pertandingan berikutnya, tetapi juga kesempatan untuk merespons kekalahan dari Bologna dan membangun kembali kepercayaan diri tim.
Yakin Milan Bisa Bangkit
Terlepas dari hasil buruk yang baru saja diraih, Amorim tetap optimistis terhadap masa depan AC Milan. Ia percaya timnya memiliki potensi untuk berkembang menjadi tim yang kuat ketika seluruh pemain kembali tersedia.“Kami akan menjadi tim yang sangat bagus. Terkadang kami kalah, terkadang kami menang, tetapi pada masa depan kami akan menjadi tim yang sangat kuat,” ujar Amorim.
“Saya percaya pada hal itu. Ketika kami memiliki semua pemain, kami akan siap berjuang dalam setiap pertandingan.”
Meski menyampaikan keyakinannya, Amorim kembali menegaskan bahwa Milan tidak boleh menggunakan situasi skuad sebagai alasan untuk gagal meraih hasil yang diharapkan. Ia juga menyinggung sorotan yang muncul setiap kali tim mengalami hasil buruk.
Menurutnya, perhatian terhadap kondisi dan konteks pertandingan tetap penting, tetapi fakta di lapangan tidak bisa diabaikan. Ia kemudian menegaskan bahwa kekalahan tersebut tidak dapat diterima begitu saja oleh klub sebesar AC Milan.
“Saya tidak ingin membela diri. Setiap kali kami mendapatkan hasil buruk, sepertinya saya harus selalu berada di sini. Kalian boleh mengatakan apa pun di studio, tetapi kenyataannya kami kalah 2-4 di kandang sendiri,” kata Amorim.
“Konteksnya tidak penting. Kami adalah Milan dan kami tidak bisa membiarkan hal seperti ini terjadi. Kami akan berusaha memenangkan pertandingan berikutnya,” pungkasnya.