Manajemen PT Persib Bandung Bermartabat menegaskan tindakan tersebut tidak dapat ditoleransi dan tidak memiliki pembenaran dalam bentuk apa pun. Pihaknya juga menyebut dugaan keterlibatan oknum yang mengenakan atribut klub tertentu perlu diusut secara menyeluruh oleh aparat penegak hukum.
Manajemen Persib menyayangkan insiden tersebut karena turut mengancam keselamatan para pemain muda yang sedang menjalani proses pembinaan dan mempersiapkan masa depan di dunia sepak bola.
Menurut manajemen, para pemain muda berhak mendapatkan perlindungan dan rasa aman agar dapat berkembang tanpa ancaman kekerasan. Setiap tindakan yang membahayakan pemain, ofisial, maupun personel tim harus ditangani secara serius.
Persib menegaskan kekerasan fisik, perusakan kendaraan, dan dugaan pengambilan barang milik orang lain tanpa hak bukanlah bentuk rivalitas sepak bola. Tindakan tersebut merupakan persoalan serius yang harus diproses melalui jalur hukum.
Perbedaan dukungan terhadap klub, lanjut manajemen, tidak dapat dijadikan alasan untuk melakukan intimidasi, kekerasan, perusakan, ataupun tindakan yang merugikan pihak lain.
Persib Minta Aparat Usut Tuntas
Sehubungan dengan kejadian tersebut, manajemen Persib mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas insiden di Rest Area Batang KM 360. Aparat juga diminta mengidentifikasi seluruh pihak yang terlibat dan menindak tegas pelaku yang terbukti bersalah sesuai ketentuan hukum.
Manajemen berharap proses penegakan hukum berlangsung secara profesional, objektif, transparan, dan menyeluruh agar fakta kejadian dapat terungkap serta pihak yang bertanggung jawab mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Sebagai tindak lanjut, manajemen Persib telah melaporkan insiden tersebut kepada PSSI selaku regulator sepak bola nasional dan I.League sebagai operator kompetisi. Laporan itu diharapkan mendapat perhatian serius dan ditindaklanjuti sesuai kewenangan serta regulasi yang berlaku.
Manajemen juga terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan keselamatan dan kondisi personel yang terdampak sekaligus mengawal penanganan kasus tersebut. Keselamatan seluruh anggota rombongan, termasuk pemain Persib EPA U-18, menjadi perhatian utama klub.
Imbau Bobotoh Tidak Terpancing Provokasi
Di tengah insiden tersebut, manajemen Persib mengimbau seluruh Bobotoh agar tetap tenang dan tidak terpancing provokasi maupun melakukan tindakan balasan yang melanggar hukum.Manajemen memahami kemarahan, kekecewaan, dan keprihatinan para pendukung atas kejadian tersebut. Namun, seluruh pihak diminta menahan diri dan mempercayakan penanganan perkara kepada aparat penegak hukum.
Tindakan balasan yang tidak terkendali dinilai berisiko memperluas persoalan dan merugikan lebih banyak pihak. Karena itu, dukungan terhadap Persib diharapkan tetap disampaikan melalui cara-cara yang tertib dan menjunjung sportivitas.
Persib menegaskan rivalitas dalam sepak bola harus tetap berada dalam koridor sportivitas dan penghormatan terhadap sesama. Sepak bola semestinya menjadi ruang untuk membangun prestasi, persaudaraan, dan karakter, bukan tempat bagi kekerasan yang mengancam keselamatan atau merampas hak orang lain.
Manajemen juga mengajak seluruh elemen sepak bola Indonesia, mulai dari klub, suporter, penyelenggara kompetisi, hingga aparat penegak hukum, untuk bersama-sama mencegah kejadian serupa terulang.
Persib menegaskan tidak boleh ada toleransi terhadap kekerasan, terlebih jika keselamatan pemain muda yang sedang meniti masa depan melalui sepak bola turut terancam. Penanganan yang serius dan komitmen bersama diharapkan dapat mewujudkan lingkungan sepak bola Indonesia yang aman, sportif, dan bermartabat.