Aksi Pembalap Ferrari, Lewis Hamilton, di sesi latihan bebas Chinese Grand Prix 2026. (GREG BAKER / AFP)
Aksi Pembalap Ferrari, Lewis Hamilton, di sesi latihan bebas Chinese Grand Prix 2026. (GREG BAKER / AFP)

Ferrari Uj Sayap Flip-Flop Radikal di GP Chinese, Hamilton Terpukau

Kautsar Halim • 13 Maret 2026 13:29
Ringkasnya gini..
  • Ferrari akan menguji sayap belakang radikal “flip-flop” pada sesi FP1 Chinese Grand Prix 2026 di Shanghai.
  • Lewis Hamilton memuji percepatan pengembangan teknologi baru dari tim Ferrari.
  • Inovasi aerodinamika ini diharapkan membantu Ferrari bersaing dengan Mercedes.
Jakarta: Tim Scuderia Ferrari mengonfirmasi akan menggunakan desain sayap belakang "flip-flop" radikal pada sesi FP1 (Free Practice 1 atau sesi latihan bebas pertama) GP Chinese 2026 di Sirkuit Internasional Shanghai. Komponen ini kembali muncul setelah sebelumnya sempat diperlihatkan Ferrari pada uji coba pramusim di Bahrain.
 
Berbeda dengan sistem konvensional, inovasi mekanisme terbaru dari Ferrari ini memungkinkan sayap belakang dapat berputar sepenuhnya, bukan hanya sekadar beralih dari posisi miring ke datar. 
 
Ferrari menyatakan bahwa dengan adanya mekanisme tersebut dapat menciptakan celah udara yang jauh lebih besar untuk mengurangi hambatan secara signifikan saat mobil melaju di lintasan lurus yang panjang.

Pembalap utama Ferrari, Lewis Hamilton, memberikan apresiasi tinggi kepada tim teknis di Maranello atas percepatan pengembangan komponen yang dijuluki sayap Flip-flop atau "Macarena" tersebut.
 
"Kami menghabiskan waktu seharian penuh untuk menguji sayap ini. Saya sangat berterima kasih kepada tim karena desain ini seharusnya baru dikembangkan nanti, namun mereka bekerja sangat keras untuk mewujudkannya lebih cepat," ujar Hamilton.
 
Langkah berani ini diambil Scuderia Ferrari demi memperkecil selisih poin dengan tim Mercedes. Sebab, pada balapan pembuka musim 2026 di Sirkuit Albert Park, Ferrari harus mengakui keunggulan rivalnya setelah Hamilton finis di posisi keempat atau belakang rekan setim, Charles Leclerc. 
 
Sementara itu, posisi podium teratas dikuasai oleh duet Mercedes, George Russell dan Kimi Antonelli.
 
Dengan karakteristik Sirkuit Shanghai yang menuntut efisiensi aerodinamika tinggi, Ferrari berharap inovasi teknologi terbaru yang diterapkan ini dapat membawa mereka bersaing ketat dengan sang pemuncak klasemen, Silver Arrows (julukan ikonik bagi tim Mercedes). (Muhammad Zaidan Rizky)
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KAH)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan