Lewis Hamilton berdiri di podium utama usai memenangi GP F1 Abu Dhabi tahun 2018 (Foto: Andrej ISAKOVIC / AFP)
Lewis Hamilton berdiri di podium utama usai memenangi GP F1 Abu Dhabi tahun 2018 (Foto: Andrej ISAKOVIC / AFP)

9 Informasi Menarik tentang Formula 1 2019

Olahraga f1
Achmad Firdaus • 04 Januari 2019 01:11
Banyak perubahan menarik yang terjadi di Formula 1 musim 2019. Selain soal regulasi baru, hal lain yang menarik untuk diikuti adalah peta persaingan para pembalap. Mulai dari duet Sebastian Vettel dengan talenta muda Charles Leclerc, hingga aksi Daniel Ricciardo dan Kimi Raikkonen bersama tim barunya. Juga kembalinya Robert Kubica ke pentas F1.

Jakarta:
Kompetisi balap Formula 1 musim 2019 akan digelar mulai 17 Maret mendatang. GP Australia di Sirkuit Albert Park akan jadi seri pembuka dari total 21 race yang akan dilakoni 20 pembalap.

Berbagai perubahan dilakukan untuk membuat persaingan musim depan kian menarik. Regulasi soal penggunaan sayap depan akan jadi salah satu perubahan yang menarik untuk ditunggu.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Di luar itu, tim-tim kontestan juga melakukan sejumlah perubahan demi meningkatkan performa. Salah satu yang menarik untuk disorot adalah perubahan di sektor pembalap, di mana kompetisi musim depan akan menghadirkan sejumlah wajah baru. Melansir Antara, berikut adalah sembilan informasi menarik tentang balapan Formula 1 musim 2019:

1. Duet Charles Leclerc dan Sebastian Vettel di Ferrari

(Charles Leclerc diprediksi akan bersinar bersama Ferrari. Foto: Manan Vatsyayana/AFP)


Menyandang predikat rookie terbaik musim lalu, kualitas Leclerc bakal benar-benar diuji ketika ia mendapat kesempatan emas menggantikan posisi Kimi Raikkonen di Ferrari.

Leclerc tampil cukup apik bersama Sauber di musim lalu. Pada musim pertamanya di F1, jawara Formula 2 itu cukup konsisten menyumbang poin. Capaian terbaiknya adalah finis di posisi enam pada GP Azerbaijan.

Pembalap asal Monaco itu sudah berada di balik kokpit Ferrari pada sesi tes pramusim di Abu Dhabi. Pada sesi tersebut, ia sempat membuat kejutan dengan tampil sebagai pembalap tercepat.

Kolaborasi Lecrerc dan Sebastian Vettel di Ferrari musim depan tentunya sangat menarik untuk ditunggu. Mampukah mereka berdua membawa Ferrari kembali berjaya?

2. Kolaborasi Red Bull dengan Honda

(Aksi Daniel Ricciardo bersama Red Bull di GP Abu Dhabi musim 2018. Foto: Giuseppe Cacace/AFP)


Keputusan Red Bull Racing berkolaborasi dengan Honda sebagai pemasok mesin untuk musim 2019, membuat banyak orang bertanya-tanya; Mampukah Red Bull bersaing di papan atas di musim depan?

Maklum, di musim pertamanya terjun ke F1, pabrikan asal Jepang ini memberikan impresi yang kurang baik. Berkolaborasi dengan McLaren, Honda gagal memberikan mesin yang kompetitif, sehingga membuat tim yang diperkuat pembalap sekaliber Fernando Alonso gagal bersaing.
 

Baca: Honda Diklaim Lebih Baik dari Ducati


Kendati demikian, Honda membuat langkah besar di musim lalu. Bekerja sama dengan Toro Rosso, Honda mampu menyediakan paket mesin yang cukup kompetitif. Salah satu buktinya adalah keberhasilan Pierre Gasly finis keempat pada GP Bahrain.

Andai Honda mampu kembali menyediakan paket mesin yang kompetitif, Red Bull punya peluang untuk kembali bersaing dengan Ferrari dan Mercedes di papan atas. Apalagi, Red Bull memiliki dua pembalap muda potensial dalam diri Max Verstappen dan Pierre Gasly yang menggantikan posisi Daniel Ricciardo.

3. Geliat Persaingan Tim Papan Tengah

(Force India bakal berganti nama jadi Racing Point pada F1 2019. Foto: Andrej Isakovic/AFP)


Pertarungan tim papan tengah diprediksi akan sangat kompetitif di musim 2019. Haas, Renault, Force India, McLaren, Toro Rosso dan Sauber, merupakan penantang utama di papan tengah musim lalu, dan tampaknya persaingan mereka tidak akan mereda musim 2019.

Renault dan Haas, yang finis di posisi empat dan lima, menikmati musim terbaiknya tahun lalu setelah bergabung di Formula 1 pada 2016. Kemudian ada Force India, yang berubah nama menjadi Racing Point setelah dibeli konsorsium yang dipimpin oleh Lawrence Stroll.

Dukungan finansial dari jutawan asal Kanada itu akan menjadi modal bagus untuk Racing Point, yang akan diperkuat oleh Lance Stroll dan Sergio Perez musim depan.

Musim 2019 akan menjadi ujian bagi tim papan tengah untuk bisa mendobrak monopoli tiga tim, Mercedes, Ferrari, dan Red Bull, yang selalu berada di peringkat tiga besar sejak 2013.

4. Comeback Robert Kubica

(Robert Kubica akan kembali ke ajang F1 bersama Williams. Foto: Andrej Isakovic/AFP)


Robert Kubica akhirnya akan kembali beraksi di pentas Formula 1 setelah absen selama delapan tahun karena cedera. Kubica harus absen karena mengalami kecelakaan parah saat mengikuti ajang reli.

Dia terakhir kali balapan di ajang F1 bersama tim Renault pada tahun 2010. Mantan pembalap Renault itu kini akan beraksi bersama tim Williams. 

Kembalinya Kubica ke pentas F1 tentu menarik untuk ditunggu. Sebab, sebelum absen panjang ia merupakan salah satu pembalap yang disegani di ajang F1. Bahkan, kualitas Kubica juga diakui oleh juara dunia F1 lima kali, Lewis Hamilton.

5. Aksi Wajah Lama dengan Warna Baru

(Kimi Raikkonen dan Daniel Ricciardo akan tampil bersama tim barunya di F1 2019. Foto: Herbert Neubauer/AFP)


Dari 10 tim yang bersaing musim lalu, hanya Mercedes dan Haas yang mempertahankan formasi pembalapnya untuk musim 2019. Selebihnya, tim-tim lain mengganti minimal satu pembalapnya.

Daniel Ricciardo yang musim lalu berkostum biru Red Bull, kali ini akan mengenakan seragam kuning milik Renault. Selain Ricciardo, aksi Kimi Raikkonen yang berganti seragam merah dengan putih milik Sauber --tim satelit Ferrari-- juga patut dinantikan.

Selain kedua pembalap di atas, beberapa pembalap lain yang akan berganti warna adalah Carlos Sainz dengan kostum Oranye milik McLaren. Juga, Charles Leclerc yang bertukar tempat dengan Kimi.

6. Gebrakan Pendatang Baru

(Antonio Giovinazzi, George Russell, Lando Norris, dan Alexander Albon pendatang baru F1 2019. Foto: Ist)

Formula 1 2019 akan menghadirkan empat pembalap pendatang baru alias rookie. Mereka adalah Antonio Giovinazzi (Sauber), George Russell (Williams), Lando Norris (McLaren) dan Alexander Albon (Toro Rosso).

Yang menarik dari mereka adalah; keempat pembalap muda ini punya talenta yang sudah tidak diragukan. Antonio Giovinazzi adalah runner-up GP 2 (sebelum berganti jadi F2) tahun 2016. Ia juga sempat dipercaya tampil di F1 sebagai pembalap pengganti di GP Australia dan Tiongkok pada musim 2017.

Sementara itu, tiga nama lainnya yakni George Russell, Lando Norris, Alexander Albon tampil bersinar di ajang Formula 2. Secara berurutan, mereka menempati posisi 1, 2 dan 3 di klasemen F2 musim 2018.

7. Balapan F1 ke-1.000

(Suasana jelang finis di GP Abu Dhabi F1 2018. Foto: Luca Bruno/AFP) 

Salah satu hal yang menarik dari gelaran Formula 1 2019 adalah bakal terciptanya sejarah baru, yakni balapan F1 ke-1.000.

GP Tiongkok yang rencananya digelar pada 14 April China 2019 akan menjadi tonggak sejarah baru, di mana Formula 1 akan menggelar balapan ke-1.000.
 

Baca juga: Keluarga Konfirmasi Kondisi Terkini Michael Schumacher


Seri balapan pertama adalah GP Inggris pada 1950 yang dimenangi oleh Giuseppe Farina dengan mobil Alfa Romeo 158 yang kala itu hanya memiliki tenaga 200 tenaga kuda.

Sementara itu, balapan ke-1000 nanti akan dimenangi oleh mobil bermesin hybrid yang memiliki tenaga hampir 1.000 tenaga kuda.

8. Regulasi Baru yang Lebih Ketat

(Kru Ferrari sedang memasang sayap depan mobil Sebastian Vettel. Foto: Andrej Isakovic/AFP)


Musim 2019 memiliki aturan baru yang disiapkan juga untuk musim 2021. Salah satunya adalah perubahan di sayap depan yang lebih lebar dan lebih sederhana. Perubahan ini diharapkan bisa meningkatkan sekitar 20 persen kemampuan mobil, sehingga aksi overtaking akan lebih sering terjadi.

Selain itu, sayap belakang akan lebih tinggi dan sederhana dengan bukaan DRS yang lebih besar, saluran udara untuk rem yang lebih sederhana, dan
barge board (sayap samping di antara roda depan dan sidepod) yang memiliki aerodinamika yang lebih sederhana pula.

9. Pertarungan Ferrari dan Mercedes

(Momen persaingan Mercedes dan Ferrari di salah satu seri F1 2018. Foto: Alexander Nemenov/AFP)


Ferrari sempat memberikan tekanan pada Mercedes di paruh pertama musim lalu. Sayangnya, kubu Kuda Jingkrak tidak mampu mempertahankan konsistensinya di paruh kedua musim.

Kemenangan Sebastian Vettel di sirkuit seperti Silverstone dan Kanada membuat tim Mercedes lebih keras memutar otak dan strategi. Baru pada GP Italia dan seterusnya, Mercedes bangkit menyisakan Ferrari dengan hanya satu kemenangan di delapan balapan terakhir, itu pun lewat Kimi Raikkonen.

Kini, dengan formasi Leclerc dan Vettel, Ferrari akan siap menantang kembali Mercedes yang tetap pada formasi Lewis Hamilton dan Valtteri Bottas.

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: ?Polisi Periksa Direktur PT LIB Terkait Kasus Pengaturan Skor



(ACF)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi