Kejadian bermula saat balapan baru dimulai. Vettel yang memimpin balapan coba mengambil jaluar Max Verstappen yang start di posisi kedua. Lalu, Kimi Raikkonen yang berada di posisi keempat berusaha menyalip Verstappen.
Alhasil, tabrakan antar tiga pembalap itu tak terhindarkan. Ketiganya harus mengakhiri balapan lebih cepat.
Menanggapi hal itu, kubu Ferrari sempat menuding Verstappen yang menjadi biang masalah insiden tersebut. Klaim sepihak kubu Kuda Jingkrak langsung ditanggapi bos Red Bull, Christian Horner. Sambil berseloroh, Horner menganggap tudingan tersebut mengada-ngada.
"Bagaimana bisa Anda menuding Verstappen yang bersalah setelah melihat kejadian tersebut. Saya tidak punya pemikiran seperti itu," kata Horner seperti dilansir PlanetF1, Senin (18/9/2017).
"Vettel mengarahkan mobil ke sebelah kiri dan menekan Max (Verstappen). Dia membuat mobil Verstappen ke pojok trek dan Max tidak bisa diam begitu saja," sambungnya.
"Siapa pun yang menyalahkan Verstappen, sepertinya mata mereka harus diperiksa," seloroh Horner.
Setelah insiden tersebut, penanggung jawab balapan (FIA) mengonfirmasi bahwa tidak ada pembalap yang harus bertanggung jawab. Keputusan itu diambil setelah petugas FIA berkomunikasi dengan tiga pembalap tersebut. (PlanetF1)
Video: Praveen/Debby Juara Korea Open 2017
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News