Melakoni debutnya di GP Australia, tim asal Amerika Serikat ini mampu meraih poin pada lomba perdananya, setelah salah satu pembalapnya Romain Grosjean finis di posisi enam. Tentu pencapaian tersebut menghadirkan suka cita pada tim yang bermarkas di Oxfordshire ini. Bahkan Grosjean menyebut kemenangan yang diraihnya sangat di luar dugaan.
"Kami memiliki kecepatan yang baik, kami tidak melakukan apa pun untuk mengatur tugas ini, kami hanya fokus di trek. Ini tinggal dalam satu potong dan pergi begitu cepat, sehingga cukup mengesankan. Kami memiliki keyakinan, kami memiliki dasar yang baik. Itu tidak mudah, tapi dengan jumlah terbatas menjalankan ini luar biasa," terang Grosjean seusai lomba.
"Saya berpikir kami bisa finis di antara 15 dan 10, atau paling tidak mencetak poin. Saya mengatakan kami akan mencetak poin di awal musim, tapi ini melebihi ekspektasi. Rasanya seperti memenangi balapan. Ini adalah hari yang sempurna, kami berhasil semuanya dengan baik, itu adalah hari yang indah," tegasnya.
Menjalani debut Tim Haas, mantan pembalap Lotus ini dinaungi segelintir keberuntungan. Start di posisi ke-19, pembalap asal Jerman itu merangsek ke posisi kesembilan. Posisi itu bertahan hingga balapan dihentikan karena ada tabrakan yang menimpa Fernando Alonso dan Esteban Gutierrez pada lap 17.
Kemudian Grosjean naik ke posisi enam setelah Kimi Raikkonen harus mengakhiri balapan karena mobilnya kebakaran. Posisi tersebut mampu ia pertahankan hingga bendera finis berkibar.
Catatan ini merupakan pertama kalinya yang terjadi sejak 2002. Pada saat itu, Toyota juga pernah meraih poin pada debutnya di ajang F1, setelah pembalap mereka, Mika Salo finis di urutan enam.
Menilik lebih jauh ke belakang, ada Sauber yang tampil lebih baik. Saat itu tim pabrikan asal Swiss ini menempatkan pembalap mereka di posisi kelima pada tahun 1993. (Crash)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News