Driver 18 tahun itu memenangi Formula 3 Kejuaraan Eropa dan akan ditunjuk untuk menggantikan Felipe Massa yang akan pensiun pada akhir musim F1 2016.
BACA: Ducati Menang Dua Kali Musim Ini, Lorenzo Sebut Pertanda Baik
Stroll adalah jebolan akademi balap Ferrari. Ia juga mengikuti program pembalap muda Williams satu tahun yang lalu dan menjalani musim yang sukses di Formula 3 bersama Prema Powerteam.
Pembalap asal Kanada itu telah memulai program tes tujuh bulan dengan dengan Williams sejak Agustus 2016. Itu dilakukan agar ia terbiasa dengan mesin Williams untuk musim 2017.
Stroll juga membuat Williams terkesan dengan berbagai macam pencapaian yang sudah ia dapat sejauh ini dan juga membawa dukungan keuangan bagi tim yang bermarkas di Wantage, Inggris. Pasalnya, sang ayah Lawrence Stroll adalah miliarder di Kanada.
"Penentuan dua pembalap ini sudah dilakukan sejak lama," kata wakil kepala tim Claire Williams seperti dilansir Autosport," Jumat (4/11/2016).
"Alasan itu telah diambil begitu lama oleh manajemen dengan pencatatan detail. Lance Stroll memiliki jadwal yang sibuk di F3 dan Valtteri Bottas juga mengalami musim yang padat di F1," lanjutnya.
"Kami telah membuat keputusan ini lama. Tidak ada alasan lain selain itu. Lance telah membuktikan identitasnya, bahwa ia layak mendapatkan kursi ini di F1. Sebagai sebuah tim, kami terkenal karena membawa bakat muda ke F1," sambung Claire.
"Tahun ini saja ia telah menaklukkan kejuaraan F3. Ia benar-benar layak dapatkan kursi ini dan saya bersemangat untuk melihat apa yang akan dilakukannya tahun depan," pungkas Claire.
Sementara itu, pilihan Williams untuk mempertahankan Bottas dianggap sebagai pilihan realistis. Pasalnya, ia sudah menjalani musim keempat bersama Williams dan pengalamannya diperlukan untuk membimbing Stroll. (Autosport)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News