Mobil Raikkonen (kanan) melebar setelah manuver yang dilakukan Verstappen (Foto: autosport)
Mobil Raikkonen (kanan) melebar setelah manuver yang dilakukan Verstappen (Foto: autosport)

F1 GP Belgia 2016

Raikkonen Kecam Gaya Membalap Verstappen

Krisna Octavianus • 29 Agustus 2016 04:00
medcom.id, Francorchamps: Pembalap Ferrari, Kimi Raikkonen mengecam gaya balapan Max Verstappen di GP Belgia, Minggu 28 Agustus malam WIB. Menurutnya, Verstappen cepat atau lambat akan membuat kecelakaan besar di F1 jika tak mengubah gaya balapannya.
 
Pembalap Ferrari itu marah dengan Verstappen untuk cara ia mempertahankan posisi di trek lurus Kemmel di GP Belgia. Ia merasa pembalap yang masih usia remaja itu sangat terlambat untuk menutup celah bagian dalam ketika kedua pembalap saling berdekatan.
 
"Masalahnya adalah ketika saya datang dengan mobil saya 15-20 km/jam lebih cepat darinya dan setelah saya berbalik ia menunggu dan menunggu dan ternyata malah membahayakan saya," ujar Raikkonen.

"Perbedaan kecepatan cukup tinggi sehingga saya harus menginjak rem dan memperlambat untuk menghindarinya. Ini bukan apa yang harus terjadi dengan kecepatan penuh, tapi untuk alasan apa pun para petugas lintasa mengatakan itu adalah baik-baik saja," lanjutnya.
 
"Jika saya tidak mengerem kami akan mengalami kecelakaan besar dan saya yakin itu akan terjadi cepat atau lambat jika ini tidak berubah. Tampaknya baik-baik saja karena Verstappen tidak dihukum, sehingga menarik untuk melihat sesuatu yang sudah terjadi. Siapa yang harus disalahkan?" katanya.
 
"Mungkin perlu kecelakaan sebelum hal-hal yang lebih jelas untuk semua orang, tapi mudah-mudahan tidak, karena itu bisa berdampak buruk bagi seseorang dan tak seorang pun ingin melihat sesuatu seperti itu terjadi. Berjuang keras supaya semuanya baik-baik saja, tetapi sesuatu seperti itu seharusnya tidak benar," pungkas Raikkonen. (autosport)
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KRS)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan