F1 2018

Anggaran F1 Keterlaluan, Liberty dan FIA Diminta Bertindak

M. Rizky Adhestian 12 Februari 2018 12:05 WIB
f1
Anggaran F1 Keterlaluan, Liberty dan FIA Diminta Bertindak
Suasana balapan F1. (Foto: AFP/Alexander Nemenov)
Paris: Strategi finansial untuk Formula 1 saat ini dinilai terlalu jauh dari jangkauan tim-tim kecil. Terkait hal tersebut, Liberty Media dan Federasi Automobil Internasional (FIA) diminta untuk menindaklanjutinya.

Sejak Liberty Media mengambil alih kepemilikan saham terbesar dan pemecatan Bernie Ecclestone, tiga pilar kunci perubahan telah dibeberkan oleh sang pemilik dari Amerika untuk meningkatkan keberlangsungan olahraga ini. Selain konfigurasi mesin dan pembagian keuntungan telah menjadi titik utama, masalah ketentuan anggaran masih menjadi kesulitan yang menimbulkan opini berbeda-beda.

Direktur eksekutif McLaren, Zak Brown, mengritik rancangan anggaran F1 yang dinilai memberatkan tim-tim kecil tersebut. Ia mendesak pemilik Liberty Media dan para petinggi FIA untuk memberi solusi dan menempatkan hal ini sebagai prioritas utama.


Nama-nama besar seperti Mercedes dan Ferrari saat ini berada jauh di atas ketentuan anggaran dengan estimasi 169 juta euro (Rp2,8 triliun). Namun, untuk tim-tim kecil seperti Force India, Williams dan Sauber harus bersusah payah untuk mencapai nilai tersebut.

Baca: Kunci Sukses Tim Putra Indonesia Pertahankan Gelar BATC 2018


Brown menilai, saat ini tim-tim kecil memang harus merevisi struktur timnya jika ketentuan anggaran sudah diresmikan. Ia juga mengatakan masalah ketentuan anggaran tersebut bisa memecah belah semua tim dan menimbulkan perang finasial di F1.

"Formula 1, dari semua olahraga besar, memiliki perbedaan terbesar dari tim terbawah hingga teratas dan mereka harus memeperkecil jarak tersebut. Anggaran ini benar-benar di luar jangkauan, kami mungkin satu-satunya industri di dunia, yang tidak membahas soal biaya di zaman ini. Memang harusnya seperti itu dan saya rasa itu harus jadi prioritas utama," kata Brown dikutip dari Crash, Senin 12 Februari 2018.

Baca: Tim Putra Indonesia Juara Badminton Asia Team Championships 2018


"Saya rasa Liberty telah mengatakannya kepada para tim ketika mereka ingin mulai, tidak menyeluruh tapi secara langsung. Yaitu adalah mesin, ketentuan anggaran, dan pembagian keuntungan. Ketiga hal tersebut telah kita ketahui bersama. Mereka belum membeberkan seperti apa pembagian keuntungannya," tambahnya.

Melewati tiga musim terakhir, keberuntungan tidak lagi memihak McLaren di sirkuit meskipun telah melakukan kerjasama mesinnya dengan Honda. Pabrikan asal Inggris itu merasakan musim terburuknya pada 2017 kala finis di posisi kesembilan untuk peringkat konstruktor. (Crash)

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: Selama Test Event Akses Masuk SUGBK Hanya Melalui Pintu 10



(ASM)