Perdebatan ini mencuat setelah regulasi baru yang diperkenalkan oleh F1 untuk mobil yang akan digunakan pada ajang Grand Prix tahun ini harus menggunakan mesin hibrida dengan rasio perbandingan 50-50 antara tenaga pembakaran dan tenaga listrik. Aturan ini menuntut pembalap melakukan manajemen baterai yang ketat serta penggunaan tenaga tambahan secara strategis di lintasan.
Kritik Keras Verstappen
Dikutip dari ESPN, Max Verstappen sebelumnya sempat mengeluhkan dinamika balapan setelah berlaga di Shanghai. Ia merasa manajemen energi yang kompleks membuat balapan terasa tidak alami.
"Ini mengerikan. Jika seseorang menyukai ini, maka Anda benar-benar tidak tahu apa itu balapan. Ini seperti bermain Mario Kart. Anda melaju kencang, lalu kehabisan baterai di lintasan lurus, dan lawan melewati Anda. Bagi saya, ini hanya lelucon," cetus pembalap asal Belanda tersebut.
Hamilton Puji Regulasi Baru F1
Berbeda dengan rivalnya, Lewis Hamilton justru merasa mobil saat ini adalah yang terbaik selama 20 tahun kariernya balapan di F1. Menurut juara dunia tujuh kali tersebut, kemampuan mobil untuk saling menempel pada kecepatan tinggi adalah kemajuan besar bagi F1.
"Saya rasa jika Anda kembali ke balap gokart, itu sama saja. Orang-orang saling menyalip terus-menerus. Tidak ada yang menyebut gokart sebagai balap yo-yo," kata Hamilton.
Hamilton yang baru saja meraih podium perdananya untuk tim Ferrari di Grand Prix China, menegaskan bahwa teknologi yang digunakan sekarang dapat memungkinkan pembalap mengikuti mobil di depannya tanpa kehilangan daya tekan udara (downforce).
"Ini adalah bentuk balap terbaik. Akhirnya Anda memiliki mobil yang benar-benar bisa Anda ikuti pada kecepatan tinggi tanpa kehilangan kendali," tutur Hamilton. (Muhammad Zaidan Rizky)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News