Permintaan untuk melakukan tes di sana tak terlepas dari kondisi cuaca yang dingin hampir di semua negara. Sementara di Bahrain kondisinya cukup panas dan memungkinkan Pirellii bisa cepat dapat data terbaik yang bisa mereka aplikasikan sebelum memasok ban baru ke tim-tim balap tersebut.
Masalahnya adalah biaya sesi tes ini cukup tinggi, terutama dalam hal transportasi logistik. Horner mengungkapkan bahwa biayanya bisa mencapai di atas GBP300 ribu atau sekitar Rp4 miliar. Ia juga menegaskan bahwa ini hanya akan membawa keuntungan bagi Pirellii.
"Saya mengerti kalau ada tim yang tak sepakat dengan apa yang Pirelli inginkan. Ya alasannya tak lain adalah biaya yang tinggi untuk logistik. Tapi Pirelli adalah pemasok ban di balap ini. Sudah tugas mereka melakukan sesi tes yang dirasakan bisa membuat balap ini tetap menarik," klaim Toto.
Hal lain yang membuat Toto wolf angkat bicara adalah risiko besar jika mereka tetap memaksa melakukan sesi tes di Catalunya pada Februari 2017. Menurutnya itu adalah kondisi yang tak mungkin melakukan apapun di sirkuit.
"Kondisi di sana terlalu berisiko tinggi. Bahkan bisa dikatakan ini adalah kondisi yang tak bisa melakukan apa pun. Di pagi hari akan membeku, siang hari pun masih terlalu dingin untuk menggunakan ban tipe basah. Jika Anda mengatakan Pirelli harus memasok ban yang punya kualitas sesuai ekspektasi, maka kita harus mendukung mereka," lanjutnya.
Hal lain yang menjadi solusinya adalah Ia lebih menyarankan untuk mendiskusikan pencarian dana yang terlalu tinggi tersebut. Mengingat ini adalah bagian dari FIA, maka penting rasanya mereka dilibatkan dalam hal ini. Jadi beban biaya ini bisa ditanggung bersama.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News