Lewis Hamilton: Foto Istimewa
Lewis Hamilton: Foto Istimewa

Hamilton Masih Bisa Buat Sejarah Pada Musim 2022

rizkiyanuardi • 14 Desember 2021 07:11
Jakarta: Kekacauan dan kebingungan pada lap terakhir Grand Prix Abu Dhabi, Minggu, membuat Max Verstappen mengklaim gelar dunia pertamanya. Sementara Lewis Hamilton yang kalah tetap sangat dekat membuat sejarah yang belum pernah terjadi sebelumnya. yakni merebut gelar dunia kedelapan di musim balap Formula 1 musim 2022.
 
P?embalap Inggris berusia 36 tahun itu, masih berpeluang menambah rekor 103 kemenangan balapannya, saat kembali balapan musim depan dengan tekad meraih gelar kedelapannya.
 
Prospek juara dunia tujuh kali tetap ada karena berkomitmen dua tahun lagi bersama Mercedes. Sumber yang dekat dengannya dan keluarganya menjelaskan, bahwa Mercedes mengharapkan Lewis memperpanjang karirnya ke musim ke-16.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Penampilannya nyaris sempurna di Sirkuit Yas Marina, di mana sempat memimpin 11 detik dengan nyaman, hingga keputusan Race Director Michael Masi, membuatnya menghadapi sprint putaran terakhir yang 'dimanipulasi' dengan ban yang aus, membuktikan bahwa ia tetap menjadi pembalap papan atas.
 
Pengalamannya yang luas, membuat nilainya tinggi bagi Mercedes baik sebagai pengemudi dan komoditas pemasaran di balapan Formula Satu. Itu membuatnya hampir tak tergantikan.
 
Semua daya tarik, serta gaji satu tahun lagi, sepertinya menjadi kurang penting bagi Hamilton saat dirinya akan bersaing lagi melawan Verstappen di grid GP Bahrain, Maret tahun depan, seri balapan pembuka 2022.
 
Max Verstappen sendiri mengatakan, dia "merasakan" kehebatan Hamilton.
 
"Dia melakukan segalanya dengan benar sepanjang balapan, tetapi F1 bisa sangat tidak terduga, Lewis adalah olahragawan yang hebat, dia akan kembali lagi, sangat kuat, karena dia adalah pembalap yang luar biasa," kata pembalap berusia 24 tahun itu, pembalap Belanda pertama yang memenangkan gelar.
 
Berjuang melawan rintangan adalah hal biasa dalam karir Hamilton maupun hidupnya, seperti yang diungkapkan saudaranya Nicolas Hamilton dalam sebuah postingan media sosial, Senin.
 
Melalui Instagram, ia menyatakan saudaranya sebagai "juara sejati" dan mengatakan badan pengatur olahraga, FIA, telah melanggar aturannya sendiri, yang "memalukan seluruh olahraga kami".
 
Dia menambahkan bahwa "membuktikan orang salah ada dalam DNA kita, yang dilakukan Lewis setiap hari".
 
Rasa ketidakadilan Hamilton, yang terlihat sejak awal kariernya dan kerap menjadi korban pelecehan rasis, baru terungkap pada Minggu.
 
Empat tikungan akhir balapan, setelah dilewati Verstappen yang menggunakan ban lunak baru, dia menjawab di radio tim: "Ini telah dimanipulasi manusia". Pesan itu tidak disiarkan di televisi di seluruh dunia, tetapi disiarkan di saluran F1TV.
 
Bahwa dia mengendalikan kekecewaannya dan memberi selamat kepada Verstappen dan keluarganya serta tim Red Bull adalah bukti integritas olahraganya, menurut runner-up gelar 2001 David Coulthard.
 
"Dia menunjukkan mengapa dia adalah juara dunia tujuh kali," katanya kepada BBC Radio.
 
"Dia adalah fenomena dan dia olahragawan yang luar biasa."
 
"Dia adalah contoh fantastis bagi olahragawan dan wanita di luar sana tentang bagaimana menangani kekalahan."
 
Hamilton akan berusia 37 tahun pada 7 Januari tetapi dia tidak akan menjadi pembalap tertua di lapangan karena juara dua kali Fernando Alonso, mantan rekan setimnya di McLaren, akan berusia 41 tahun pada Juli mendatang.
 
Namun, jika Hamilton memenangkan gelar, dia akan menjadi juara tertua dalam 29 tahun sejak Alain Prost mengamankan gelar keempatnya pada usia 38 tahun pada 1993, setahun setelah Nigel Mansell memenangkan satu-satunya gelar pada 1992, dalam usia 39 tahun.
 
Kebetulan, Alonso meraih gelar pertamanya pada 2005 saat mengakhiri era dominasi Michael Schumacher. Seperti Hamilton, Schumacher berusia 36 tahun dan juara tujuh kali.
 
Untuk kembali unggul dan memenangkan gelar pada usia lanjut untuk seorang olahragawan, terutama di musim ketika olahraga tersebut membawa seperangkat peraturan teknis baru untuk menciptakan lebih banyak kompetisi dan balapan yang lebih kompetitif, akan menjadi motivasi sendiri bagi Hamilton. Dan itu tentu saja, ada kesempatan untuk membuat sejarah.(AFP)
 
Video: Suryopratomo Harap Shin Tae-Yong Bisa Tularkan Displin Korsel ke Timnas Indonesia

 
(RIZ)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif