Mantan pembalap F1 yang kini jadi analis di stasiun televisi FOX Sports, Alex Yoong (Foto: Dok. Alex Yoong)
Mantan pembalap F1 yang kini jadi analis di stasiun televisi FOX Sports, Alex Yoong (Foto: Dok. Alex Yoong)

Jelang GP F1 Eropa

Analisis Alex Yoong Jelang GP F1 Eropa

Patrick Pinaria • 16 Juni 2016 13:11
Grand Prix Eropa akan diselenggarakan di sirkuit Baku City, Azerbaijan pada minggu ini. Ajang ini telah dinanti-nantikan oleh para penggemar, karena tak satupun yang dapat memastikan apa yang akan terjadi pada balapan ini. Sirkuit kali ini sedikit mirip dengan sirkuit Valencia, lintasan yang lebar dengan start yang panjang, dan sirkuit Macau, dengan bagian tanjakan yang sempit.
 
Para pembalap pastinya telah melakukan latihan lewat simulator dan lintasan ini terlihat sangat menantang. Para tim sepertinya telah memiliki berbagai gambaran mengenai apa yang diharapkan saat balapan nanti, seharusnya mereka akan memulai balapan dengan set-up dasar dan membangun performanya dari sana.
 
Grand Prix Kanada, yang diselenggarakan pada minggu lalu, merupakan pertandingan yang menarik untuk ditonton. Sebastian Vettel tetap mampu memegang kendali setelah permulaan bagus yang ia lakukan dan membawanya pada posisi terdepan. Kemudian Ferrari memutuskan untuk melakukan pemberhentian lebih awal dan melakukan taktik two-stop. Hal ini memberikan celah bagi Lewis Hamilton untuk melakukan strategi one-stop dan meraih kemenangan.

Sekilas memang tampaknya Ferrari telah mengacaukan strategi yang membuat Mercedes akhirnya kembali meraih kemenangan–seperti yang mereka lakukan di Melbourne. Namun bagi saya, hal tersebut sulit untuk dipastikan, karena menurut saya, Hamilton memiliki advantage kecepatan terlepas dari apapun strategi yang Ferrari lakukan, memang menyerahkan posisi begitu awal dalam balapan sangatlah beresiko. Posisi pada lintasan merupakan kunci pada kejuaraan F1, hal ini juga berlaku pada lintasan Montreal yang tergolong lintasan yang cukup mudah untuk melakukan overtake.
 
Selain itu, terdapat hal lain yang menjadi sorotan dari pertandingan kemarin, yakni Hamilton kini hanya tertinggal 9 poin dari rekan setimnya dalam kejuaraan, Nico Rosberg. Sejauh ini penonton pasti mengira bahwa poin mereka sangat ketat. Posisi juara kini terbuka lebar bagi siapa saja. Dari sekarang hingga akhir tahun nanti, kejuaraan ini tentang siapa yang paling cepat dalam lintasan dan siapa yang dapat melakukan start terbaik.  Keahlian balap akan menjadi hal penting ketiga untuk menentukan siapa dari tim Mc Laren yang akan meraih titel juara. 
 

Baku bukanlah Montreal dan karakter sirkuit ini seharusnya akan menjadi keuntungan bagi Red Bull. Hal tersebut mungkin cukup untuk membuat mereka berada dalam persaingan meraih podium juara, walaupun beberapa bagian trek lurus yang panjang mungkin akan sedikit merugikan mereka. Kita dapat menyimpulkan bahwa secara nyaman Red Bull memiliki mobil tercepat nomor dua pada akhir pekan ini, dengan Ferrari yang menempel ketat di belakang.
 
Di bagian belakang, Williams terlihat jauh lebih kuat. Mungkin tidak cukup untuk membuat mereka berada di posisi tiga besar dalam pertandingan, tetapi setidaknya cukup nyaman dalam persaingan untuk merebut posisi 4 teratas.
 
Di belakang mereka, persaingan sengit terjadi antara Mclaren, Torro Rosso dan Force India. Tetapi jangan lupakan suatu hal bahwa trek ini merupakan lintasan baru yang membutuhkan usaha maksimal dari semua tim untuk menghadapi tantangan yang dihadirkannya. Sehingga saya tidak akan terlalu terkejut bila melihat kemungkinan-kemungkinan tak terduga yang bisa terjadi di akhir minggu ini.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(PAT)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan