medcom.id, Austin: Manuver menghalangi pembalap lain yang berulang kali dilakukan oleh Max Verstappen, rupanya menjadi menjadi perhatian serius FIA (The Fédération Internationale de l'Automobile). Badan tertinggi balap mobil dunia itu, akhirnya mengeluarkan aturan larangan melakukan manuver defensif.
Regulasi ini mereka rilis, karena dianggap tidak adil bagi pembalap yang memang memiliki kecepatan untuk menyusul lawan di depannya. Namun karena jalurnya dihalangi, maka Ia harus menghindar dan bisa jadi keluar dari jalur utama.
Salah satu manuver yang dilakukan Verstappen dan merugikan pembalap lain adalah ketika di F1 Jepang dua pekan lalu. Di lap terakhir, Ia tak memberikan ruang gerak kepada Lewis Hamilton untuk menyusul di chichane. karena menutup jalur balapnya. Alhasil Hamilton menghindar ke jalur luar.
"Dalam pasal 27.5 dalam Sporting Regulations menyatakan, tidak diperbolehkan melakukan manuver yang berpotensi membahayakan pembalap lain. Kemudian di pasal 27..8 tentang manuver, akan ditinjau ulang berdasarkan manuver ganti jalur atau arah yang tidak seperti biasanya.," jelas regulasi terbaru itu.
"Dengan adanya penyamaan pengertian ini, kategori manuver pun dilanjutkan pembahasannya dalam pasal 27.6. Yaitu tentang manuver yang dilakukan saat pengereman dan membuat pembalap lain menghindar dengan cara yang tak lazim, bakal dikategorikan sebagai manuver yang dilarang. Semua manuver tersebut, bakal dilaporkan ke stewards."
Sebelum melakukannya kepada Hamilton, Kimi Raikkonen juga pernah jadi korban manuver defensif yang dilakukan oleh Verstappen. Kimi mengalami nasib buruk itu saat berlaga di F1 Hongaria 2016.
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan