Pembalap Mercedes Lewis Hamilton (kiri) berusaha mempertahankan posisinya dari pembalap Red Bull Max Verstappen. (Giuseppe CACACE / AFP)
Pembalap Mercedes Lewis Hamilton (kiri) berusaha mempertahankan posisinya dari pembalap Red Bull Max Verstappen. (Giuseppe CACACE / AFP)

Protes Mercedes atas Kemenangan Verstappen Ditolak

Antara • 13 Desember 2021 10:46
Jakarta: Mercedes tak bisa mengajukan banding terhadap kemenangan Max Verstappen sebagai juara dunia baru F1. Itu terjadi setelah pengawas balapan menolak protes yang diajukan tim pascalomba di GP Abu Dhabi, Minggu 12 Desember.
 
Pembalap Red Bull, Verstappen, menyalip pembalap Mercedes Lewis Hamilton dalam situasi kontroversial pada lap terakhir untuk memenangi GP Abu Dhabi dan meraih gelar juara dunia pertamanya.
 
Mercedes yang mengamankan gelar konstruktor untuk kedelapan kalinya secara beruntun, protes berdasarkan dua dugaan pelanggaran regulasi olahraga ketika safety car dikeluarkan di pengujung lomba.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Penyataan resmi dari steward menyebut Mercedes memprotes "menentang klasifikasi di akhir kompetisi", dengan dalih adanya pelanggaran artikel 48.12.
 
Verstappen mendapati sejumlah pembalap yang berada di posisi belakang antara dia dan Hamilton setelah pit ketika safety car dikeluarkan di empat putaran terakhir.
 
Race director Michael Masi memutuskan hanya lima mobil urutan belakang yang berada di antara dua pebalap penantang gelar juara itu yang diizinkan untuk melepaskan diri dari safety car, ketimbang seluruh mobil yang di-overlap seperti prosedur biasanya.
 
Pada protes keduanya, Mercedes juga berargumen bahwa artikel 48.8 dilanggar ketika mobil Verstappen bergerak mendahului mobil Hamilton saat ia menunggu dengan tak sabar untuk meneruskan balapan di lap terakhir menyusul usainya periode safety car. Mercedes menyebut itu tindakan overtake ilegal.
 
Steward mendapati mobil Verstappen sempat berada di depan Hamilton ketika keduanya berakselerasi dan mengerem namun tidak berada di posisi depan ketika periode safety car berakhir.
 
Mercedes sambil didampingi tim pengacara menemui steward dan berargumen bahwa Hamilton bisa menang apabila peraturan terkait mobil yang di-overlap dipatuhi dan meminta hasil diubah menjadi posisi pembalap di lap penultima.
 
Namun, steward memandang bahwa tidak pantas untuk memangkas balapan. Mereka menyadari bahwa sementara peraturan tidak sepenuhnya diterapkan, artikel lain mengizinkan race director untuk mengendalikan penggunaan safety car, demikian seperti dilansir Reuters. (ANT)
 
(KAH)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif