Max Verstappen (Foto: AP)
Max Verstappen (Foto: AP)

Pembalap Termuda F1 Dihujani Kritikan

A. Firdaus • 22 Maret 2016 15:45
medcom.id, Melbourne: Balapan perdana Formula One (F1) di Sirkuit Albert Park, Australia bukan hanya bercerita tentang kemenangan Nico Rosberg, kecelakaan Fernando Alonso, atau debut Rio Haryanto. Pembalap termuda F1, Max Verstappen juga tak ketinggalan membuat sensasi.
 
Pembalap yang tergabung dengan Tim Toro Rosso ini mendapat kritikan terkait sikapnya saat membalap di GP Australia lalu. Verstappen berulang kali melontarkan kata-kata provokatif terkait insiden yang menimpa Alonso dan Esteban Gutierrez.
 
Dalam komentarnya di radio, Verstappen menyebut insiden itu sebagai 'Lelucon f-g'. Pembalap berusia 18 tahun ini juga menyerukan kepada rekan setimnya, Carloz Sainz untuk menepi karena membalap terlalu lambat.

"Saya lebih cepat dari Sainz sepanjang waktu tapi tidak ada yang dilakukan tentang hal itu," ujar pembalap asal Belanda muda yang mengamuk dan menunjukkan kemarahannya hingga di depan media yang pasca-balapan.
 
"Sejujurnya, saya tidak tahu dan saya tidak peduli. Biasanya saya harus berada beberapa mil di depan," terang Verstappen ketika ditanya apakah ia akan mematuhi team order jika ia di posisi Sainz.
 
Sontak, sikap arogannya dianggap bentuk ketidakdewasaan Verstappen dalam menyikapi suatu lomba. Sehingga membuat juara dunia 1996, Damon Hill melontarkan kritikan terhadap pembalap kelahiran Hasselt, Belgia tersebut.
 
"Ini adalah tanda-tanda pertama dari ketidakdewasaan yang kita lihat dari Max," ujar Damon Hill.
 
Tak hanya Hill, mantan pembalap F1 Adrian Campos juga tak ketinggalan mengomentari sikap Verstappen. Bahkan pria berusia 55 tahun ini menganggap Verstappen tak lebihnya dari seorang banci.
 
"Saya melihat beberapa driver hari ini sebagai banci. Anda harus mendapatkan posisi Anda di trek. Team order di balapan pertama akan menguntungkan tetapi beberapa balapan berikutnya menjadi terbiasa. Saya akan memberitahu Verstappen untuk berhenti meminta bantuan dan mengambil risiko di lintasan," tegas Campos kepada radio Cadena Ser.
 
Lain Campos, lain pula sikap yang diutarakan pembalap terkenal asal Belanda, Tom Coronel. Baginya, 'kemarahan' yang dilontarkan Verstappen menunjukkan kalau dirinya merupakan salah satu pembalap yang agresif.
 
"Dia lebih agresif dari biasanya dan karena itu ia membuat kesalahan. Tim ini mengatakan ia bisa menyalip Sainz - itu yang disebut balapan, " kata Coronel.
 
Pada balapan yang berlangsung akhir pekan lalu, Verstappen finis di posisi 10, atau tepat di belakang Sainz. Keduanya hanya terpisahkan oleh rentan waktu 1,2 detik. (inautonews)
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ACF)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan