Jakarta: Dampak serangan AS-Israel ke Iran juga berimbas pada banyak kegiatan olahraga internasional di regional Timur Tengah, termasuk ajang Formula 1 di negara-negara teluk yang berpotensi batal digelar.
Musim Formula 1 2026 yang dimulai di Grand Prix Australia pada Jumat (6/3) akhir pekan ini. Peserta menghadapi kesulitan logistik karena tim-tim terpaksa menyewa pesawat untuk membawa ratusan personel penting ke Melbourne sebelum balapan Minggu (8/3).
Menurut beberapa laporan, seperempat dari tenaga kerja F1 dijadwalkan untuk melakukan perjalanan melalui pusat-pusat di Timur Tengah untuk Grand Prix tersebut.
Balapan akan berpindah ke Teluk pada April, dengan Bahrain dan Arab Saudi menjadi tuan rumah Grand Prix mereka di Sakhir dan Jeddah.
Sirkuit Jeddah, yang terletak di tepi laut Jeddah pernah menghadapi masalah keamanan besar di masa lalu.
| Baca juga: GP Portugal Kembali Masuk Kalender F1 Mulai 2027 |
FIA mengatakan bahwa keselamatan akan menjadi perhatian utama mereka ketika mengambil keputusan apakah balapan tersebut akan dilanjutkan atau tidak.
“FIA terus memantau perkembangan di seluruh wilayah dan kami tetap bersimpati kepada semua pihak yang terkena dampak peristiwa baru-baru ini, seraya berharap akan tercipta ketenangan, keselamatan, dan kembalinya stabilitas,” kata FIA dalam sebuah pernyataan pada Senin.
Tiket sudah terjual habis
Tiket kedua balapan tersebut sudah terjual habis tiket tribunnya pada minggu sebelum konflik dimulai, dan penjadwalan ulang tentu menjadi solusi yang cukup rumit.
“Dengan waktu 40 hari menjelang balapan, masih terlalu dini untuk menilai dampak yang mungkin atau tidak mungkin ditimbulkan oleh situasi regional terhadap akhir pekan balapan,” demikian pernyataan resmi otoritas Sirkuit Internasional Bahrain (BIC).
“Dari perspektif operasional, BIC terus melanjutkan perencanaannya untuk akhir pekan balapan dan tim serta kantor kami yang berdedikasi di sirkuit sedang bekerja untuk mewujudkannya,” pungkasnya.
Selain F1, penyelenggaraan balapan pembuka Kejuaraan Ketahanan Dunia (WEC) di Qatar juga diundur ke akhir tahun ini.
Balapan sejauh 1.812 km (1.126 mil) tersebut dijadwalkan berlangsung pada tanggal 26 hingga 28 Maret di Sirkuit Internasional Lusail, yang juga digunakan oleh MotoGP dan Formula 1.
Cek Berita dan Artikel yang lain di