Spanyol datang dengan modal sempurna setelah memenangi tiga pertandingan pertama di Grup A3. La Roja mengoleksi sembilan poin dan memimpin klasemen, sekaligus hanya membutuhkan hasil imbang untuk memastikan finis di dua besar dan lolos ke perempat final.
Jika kembali menang, Spanyol akan memperpanjang rentetan kemenangan menjadi 11 pertandingan. Tim asuhan Luis de la Fuente juga belum terkalahkan dalam 42 pertandingan resmi terakhir.
Spanyol Sempat Hancurkan Kroasia 4-1
Pertemuan ini merupakan laga kedua Spanyol dan Kroasia dalam jeda internasional kali ini. Kedua tim sebelumnya bertemu di Sevilla pada 29 September.
Spanyol tampil dominan dan menang 4-1. Lamine Yamal membuka keunggulan, sebelum Dion Beljo sempat menyamakan kedudukan. Marc Pubill kemudian mengembalikan keunggulan Spanyol, sementara Yamal mencetak gol keduanya sebelum Nico Williams menutup kemenangan.
Setelah itu, Spanyol kembali meraih kemenangan dengan menundukkan Republik Ceko 3-1. Hasil tersebut menjadi kemenangan ke-10 secara beruntun bagi La Roja.
Sebaliknya, Kroasia sedang berada dalam situasi sulit. Setelah kalah 1-4 dari Spanyol, mereka dihantam Inggris dengan skor telak 0-7. Kekalahan tersebut menjadi yang terbesar dalam sejarah Kroasia.
Kroasia kini berusaha bangkit. De la Fuente pun mengingatkan anak asuhnya agar tidak menganggap enteng lawan.
"Yang terjadi beberapa hari lalu adalah sebuah anomali sepak bola. Itu terjadi sekali seumur hidup," kata De la Fuente dalam konferensi pers, merujuk kekalahan 0-7 Kroasia dari Inggris seperti dikutip dari situs resmi RFEF.
Pelatih Spanyol tersebut menilai Kroasia tetap merupakan salah satu tim terbaik Eropa dalam satu dekade terakhir. Ia bahkan memperkirakan kekalahan telak tersebut bisa menjadi motivasi tambahan bagi Luka Modric dan kawan-kawan.
Dani Olmo Kembali ke Tempat Istimewa
Laga di Split juga memiliki makna khusus bagi Dani Olmo. Gelandang Barcelona tersebut kembali ke negara yang menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya.
Olmo datang ke Kroasia saat berusia 16 tahun untuk bergabung dengan Dinamo Zagreb. Ia menghabiskan enam tahun di negara tersebut sebelum melanjutkan karier ke RB Leipzig dan kemudian Barcelona.
Karena itu, pertandingan di Stadion Poljud menjadi momen emosional bagi Olmo, meski ia belum pernah menghadapi Kroasia di stadion tersebut. Keluarga dan sejumlah teman yang dikenalnya ketika tinggal di Kroasia juga dijadwalkan hadir.
"Besok akan menjadi pertandingan yang sangat spesial bagi saya," ujar Olmo dalam konferensi pers jelang laga.
Olmo mengaku keputusan pindah ke Dinamo Zagreb saat masih berusia 16 tahun merupakan salah satu keputusan terbaik dalam kariernya. Ia juga menyebut Kroasia sebagai negara yang telah memberinya banyak hal sebagai pesepak bola maupun sebagai pribadi.
Spanyol Ingin Segera Lolos
Spanyol memang berada dalam posisi nyaman. Namun, De la Fuente tidak ingin timnya sekadar mengejar hasil imbang.
"Kami ingin bermain bagus dan memastikan kelolosan," kata De la Fuente.
Pelatih berusia 65 tahun itu juga memastikan bakal melakukan rotasi. De la Fuente mengatakan tidak ada pemain yang akan tampil lebih dari 270 menit dalam empat pertandingan pada jeda internasional kali ini, yang berarti maksimal bermain dalam tiga laga.
Kondisi tersebut membuka peluang sejumlah pemain mendapat kesempatan tampil, termasuk setelah Spanyol menjalani rangkaian pertandingan padat melawan Inggris, Kroasia, Republik Ceko, dan kini kembali menghadapi Kroasia.
Ferran Torres juga tidak tersedia setelah ditarik dari skuad karena masalah pada pergelangan kaki. Sebagai pengganti, De la Fuente memanggil penyerang muda Carlos Espi.
Pertandingan Kroasia vs Spanyol dijadwalkan berlangsung di Stadion Poljud, Split, Rabu (7/10) pukul 01.45 WIB. Jika menang, Spanyol akan mengukir kemenangan ke-11 secara beruntun sekaligus semakin menegaskan dominasinya di Grup A3 UEFA Nations League 2026/27.