Pedagang UMKM di Stadion Si Jalak Harupat (dok. Kemenpora)
Pedagang UMKM di Stadion Si Jalak Harupat (dok. Kemenpora)

FIFA ASEAN Cup

FIFA ASEAN Cup 2026 Dongkrak Omzet UMKM hingga Rp1 Juta Sehari

Gregorius Gelino • 30 September 2026 09:46
Ringkasnya gini..
  • FIFA ASEAN CUP 2026 memberikan dampak ekonomi bagi sekitar 20 UMKM binaan RBUMN Telkom yang berjualan di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang.
  • Beragam produk seperti donat, keripik, kebab, kopi, hingga Kripik Bonteng milik Elin Nurhalimah laris diburu penonton, dengan omzet mencapai Rp500 ribu hingga Rp1 juta per hari.
  • Para pelaku UMKM berharap event olahraga berskala besar seperti ini lebih sering digelar karena membuka peluang usaha sekaligus membantu meningkatkan perekonomian keluarga.
Soreang: Gelaran FIFA ASEAN Cup 2026 tidak hanya menjadi ajang pertandingan sepak bola, tetapi juga membawa dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Salah satu yang merasakan manfaatnya adalah para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sekitar Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Jawa Barat.

Sekitar 20 UMKM binaan Rumah BUMN (RBUMN) Telkom turut ambil bagian dengan membuka lapak di sisi timur Stadion Si Jalak Harupat. Kehadiran para pelaku UMKM ini membuat suasana di sekitar stadion semakin ramai, terutama menjelang dan selama pertandingan berlangsung.

Beragam produk kuliner ditawarkan kepada para penonton, mulai dari donat, keripik, kebab, hingga kopi dan aneka minuman. Tingginya aktivitas penonton menjadi peluang bagi para pedagang untuk meningkatkan penjualan selama berlangsungnya event sepak bola tersebut.

UMKM Raup Omzet hingga Rp1 Juta Sehari

Salah satu pelaku UMKM yang ikut berjualan adalah Elin Nurhalimah. Ia mengaku bersyukur mendapat kesempatan membuka stan dalam ajang FIFA ASEAN Cup 2026.

Selain menjual makanan ringan, Elin juga memperkenalkan produk buatannya sendiri, yaitu Kripik Bonteng. Produk tersebut memiliki keunikan karena menggunakan bahan baku timun yang diolah menjadi keripik.

“Alhamdulillah pak event FIFA ASEAN Cup 2026 bisa sangat membantu UMKM seperti kita. Kalau di sini saya jualan makanan kecil dan produk buatan saya sendiri yakni Kripik Bonteng yang bahan bakunya dari timun,” kata Elin.

Menurut Elin, keterlibatan UMKM dalam event olahraga berskala besar memberikan peluang tambahan bagi masyarakat untuk meningkatkan pendapatan. Ia menyebut omzet yang diperoleh saat kondisi ramai bisa mencapai Rp500 ribu hingga Rp1 juta per hari. “Untuk pendapatan alhamdulillah, kalau pas lagi ramai sih bisa untungnya lumayan. Omzetnya minimal sehari bisa Rp500 ribu sampai Rp1 juta. Apalagi kita buka stand di sini gratis,” ujarnya.

Event Sepak Bola Jadi Peluang Promosi Produk UMKM

Bagi Elin, keikutsertaan dalam FIFA ASEAN Cup 2026 bukan sekadar kesempatan untuk berjualan. Event tersebut juga menjadi sarana bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk lokal kepada masyarakat dan penonton sepak bola yang datang ke Stadion Si Jalak Harupat.

Produk seperti Kripik Bonteng menjadi salah satu contoh bagaimana pelaku UMKM memanfaatkan bahan baku lokal untuk menghasilkan produk makanan yang memiliki nilai jual.

Kehadiran stan UMKM di kawasan stadion juga memberikan alternatif bagi penonton untuk membeli makanan dan minuman selama berada di lokasi pertandingan.

Berharap Event Besar Lebih Sering Digelar di Indonesia

Elin berharap kegiatan olahraga dan event berskala besar seperti FIFA ASEAN Cup 2026 dapat lebih sering digelar di Indonesia. Menurutnya, semakin banyak event yang diselenggarakan, semakin besar pula peluang bagi UMKM untuk mendapatkan tempat berjualan dan meningkatkan pendapatan.

“Saya harap ajang seperti ini sering dilakukan di Indonesia, karena sangat membantu buat UMKM seperti kita,” pungkasnya.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ASM)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan