Yang menjadi perbedaan antara Seleknas dan Kejurnas adalah di Seleknas kali ini tidak ada pembagian antara divisi 1 atau divisi 2. Semua 34 Pengprov PBSI bisa mengirimkan wakilnya. Semua peserta akan berada di satu kompetisi.
Sementara jumlah peserta dibatasi maksimal lima wakil setiap sektor per kategori usia per provinsi dengan catatan memiliki jumlah atlet 5000 ke atas di dalam Sistem Informasi PBSI. Sedangkan provinsi yang memiliki atlet kurang dari 5000 mengikuti kuota yang sudah ditetapkan oleh PP PBSI.
Para juara dari setiap sektor akan otomatis memegang tiket masuk pelatnas tahun depan. Tapi tidak juga menutup kemungkinan bagi atlet lain untuk dipanggil bila memenuhi kriteria pelatih pelatnas yang akan memantau jalannya Seleknas tersebut.
"Saya berharap Seleknas ini berhasil menjaring putra-putri terbaik untuk masuk ke pelatnas. Mereka adalah tulang punggung bulutangkis Indonesia ke depannya. Ini juga menjadi ajang pembuktian dan pengalaman mereka setelah berada di masa-masa sulit pandemi," harap Rionny.
"Saya juga berharap semua peserta menunjukkan bakat dan kemampuan terbaik yang mereka punya. Bertandinglah untuk menang!" tutup Rionny.
Sementara seluruh anggota Pelatnas Cipayung sudah dikembalikan ke klub masing-masing pada tanggal 18 Desember 2021 lalu. Pemanggilan dan sekaligus pengumuman promosi-degradasi akan dilaksanakan seusai Seleknas selesai.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News