Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah (dok PBSI)
Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah (dok PBSI)

Japan Open

Japan Open 2026: Amri/Nita Disingkirkan Unggulan 6

Gregorius Gelino • 15 Juli 2026 11:58
Ringkasnya gini..
  • Amri/Nita gugur di babak pertama Japan Open 2026 setelah kalah dua gim langsung dari unggulan keenam asal Prancis, Gicquel/Delrue.
  • Meski sempat unggul dan bermain imbang, Amri/Nita mengaku gagal menjaga ketenangan dan salah menerapkan strategi saat memasuki poin-poin akhir.
  • Konsentrasi Amri/Nita sempat pecah akibat aksi psywar lawan yang kerap mengulur waktu, yang menjadi pelajaran penting bagi mereka ke depannya.
Tokyo: Langkah Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah harus terhenti pada babak pertama Japan Open 2026 setelah dikalahkan unggulan enam asal Prancis, Thom Gicquel/Delphine Delrue. Amri/Nita kalah dua game langsung dengan skor 18-21 dan 21-23.

Sempat Unggul, Goyah di Poin Tua

Secara permainan, performa Amri/Nita sebenarnya tidak kalah kelas. Mereka mampu mengimbangi permainan cepat Gicquel/Delrue, bahkan sempat memimpin perolehan skor di kedua gim. Namun, momentum tersebut gagal dipertahankan saat laga memasuki fase krusial.
 
Amri Syahnawi mengakui bahwa masalah terbesar mereka hari ini bukan pada teknis permainan, melainkan manajemen mental di akhir gim.
 
"Hari ini kesulitannya ada pada diri kami sendiri, ketenangan di poin-poin akhir karena kan tadi sebenarnya mainnya imbang. Dan bahkan kami sempat beberapa kali unggul. Hanya manage poin-poin akhirnya itu yang kalah, taktik strategi di poin-poin akhirnya," ungkap Amri mengevaluasi penampilannya.

Terjebak Psywar

Senada dengan pasangannya, Nita Violina Marwah juga menyesalkan banyaknya kesalahan sendiri yang justru menguntungkan lawan. 

Baca juga: Gagal Dapat Gelar di BAJC 2026, PBSI Minta Maaf ke Pecinta Bulu Tangkis Indonesia

"Kesalahan sendiri menjadi bumerang, kami kalah tenang juga di poin-poin akhir. Kalau flick servis mereka, saya sudah antisipasi karena memang mereka sering melakukan itu dilihat dari permainan sebelum-sebelumnya," ungkap Nita.

Selain masalah internal, Nita membeberkan bahwa duo Prancis tersebut kerap menerapkan taktik non-teknis yang cukup memecah konsentrasi.
 
"Mereka bermain banyak cara dengan mengulur-ngulur waktu, sering minta istirahat, ganti bola yang sebenarnya masih ok, itu cukup mengganggu kami. Ini pelajaran buat kami untuk bisa maintain emosi, bisa lebih sabar lagi, fokusnya lebih ditahan lagi di situasi-situasi seperti ini," ujar Nita.

Evaluasi Penting untuk Amri/Nita

Kekalahan menyakitkan di Japan Open 2026 ini menegaskan bahwa di level super series, kematangan mental sama pentingnya dengan kesiapan fisik. Menghadapi lawan yang gemar memainkan tempo dan psywar, menjaga fokus dan emosi tetap stabil adalah kunci utama untuk mencuri kemenangan.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ASM)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan