Seperti tertuang dalam rilis Humas PBSI, Fajar/Rian sejatinya mampu merebut gim pertama terlebih dahulu dengan skor 21-19. Tapi setelah itu, mereka malah kalah pada dua gim selanjutnya dengan skor 15-21 dan 18-21.
Menanggapi hasil tersebut, Fajar/Rian mengaku kecewa, tapi ingin segera bangkit dari tren negatif. Selain itu, mereka juga meminta maaf kepada masyarakat Indonesia yang telah mendukungnya belakangan ini.
"Alhamdulillah, kami sudah menyelesaikan pertandingan ini. Tapi kami kecewa dengan hasilnya, ini tidak sesuai yang kami harapkan. Ke depan harus cari cara agar bangkit," kata Fajar.
"Kami mohon maaf untuk seluruh masyarakat Indonesia baik yang mendukung langsung maupun yang di Tanah Air karena belum bisa memberikan gelar juara. Terima kasih atas dukungan dan doanya selama ini, semoga kami ke depan bisa lebih baik lagi," tambahnya.
Menurut mereka, aspek stamina dan ketenangan menjadi faktor yang harus mereka perbaiki lagi ke depan. Selain itu, mereka juga akan memperbaiki strategi jika suatu saat kembali bentrok dengan Kang/Seo.
"Di pertandingan hari ini, kami bola depannya kalah ya, itu salah satu yang harus diperbaiki kalau ketemu mereka lagi," tutur Rian.
Dengan gagalnya Fajar/Rian, artinya tidak ada satu pun pebulu tangkis Indonesia yang berhasil menjuarai ajang Korea Open 2022. Sebab sebelumnya, terdapat Jonatan Christie yang juga kalah di final setelah berhadapan dengan wakil Tiongkok, Weng Hong Yang. (ANT)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News