Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting. (Foto: MI/Romi Pujianto)
Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting. (Foto: MI/Romi Pujianto)

Susy Susanti Berharap Jonatan dan Anthony Makin Konsisten

Olahraga bulu tangkis
Kautsar Halim • 12 Juni 2019 14:39
Jakarta: Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting meraih hasil maksimal di turnamen Australia Open 2019. Dalam turnamen level super 300 itu, keduanya bisa dibilang sama-sama mengamankan gelar karena saling bertemu di final.
 
Pertandingan final Australia Open pada akhirnya dimenangkan oleh Jonatan dengan skor akhir, 21-17, 13-21 dan 21-14. Meski begitu, keduanya tetap mendapat apresiasi dari Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Susy Susanti.
 
Susy memandang prestasi itu sebagai sinyal positif di sektor tunggal putra Indonesia. Namun, dia tetap menginginkan agar Jonatan dan Anthony tampil lebih konsisten dan meningkatkan pencapaian ke level yang lebih tinggi.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jonatan dan Anthony bisa menjawab kritik dengan kerja keras dan pembuktian. Ini bisa jadi titik balik buat mereka," ujar Susy dalam rilis Humas PBSI.
 
"Tapi, kami menganggap ini bukan sesuatu yang wah banget. Kami berharap mereka bisa lebih stabil di tingkat yang lebih tinggi. Kami ingin puncak performa terbaik mereka di Olimpiade," tambahnya.

Klik:Grizzlies Rekrut Taylor Jenkins sebagai Pelatih Anyar


Penampilan Jonatan memang lebih baik dari tahun lalu. Usai menyabet emas Asian Games 2018, dia menang di Australia Open 2019 dan naik podium di New Zealand Open 2019. Sayang, Jonatan tersingkir pada babak pertama Badminton Asia Championships 2019.
 
Sebelumnya pada turnamen Malaysia Open 2019, Jonatan terhenti di semifinal dari peraih emas olimpiade Rio de Janeiro 2016, Chen Long. Sepekan kemudian, Jonatan takluk dari Juara Dunia 2017 Viktor Axelsen pada fase perempat final.
 
Sementara itu, Anthony sukses menjadi finalis Singapore Open 2019 lantaran hanya kalah pada final dari pebulu tangkis ranking satu dunia, Kento Momota (Jepang) dengan skor, 21-10, 19-21, 13-21.
 
Anthony juga pernah meraih titel world tour tertinggi lewat ajang China Open 2018. Setelah itu, performanya sempat menurun tapi langsung bangkit dengan menembus final Singapura Open dan Australia Open.
 
"Jonatan dan Anthony sudah pernah juara di level atas tapi masih belum konsisten. Menurut saya, Momota tetap pemain (tunggal putra) yang paling stabil dapat gelar," tutup Susy.
 

 

(KAU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif