Kemenangan Fajar/Fikri atas pasangan Denmark itu menjadi modal berharga bagi Indonesia di turnamen bulu tangkis Denmark Open 2026. Menghadapi pasangan berpengalaman di hadapan pendukung sendiri, Fajar/Fikri harus bekerja keras sebelum akhirnya memastikan kemenangan.
Sempat Kewalahan Hadapi Astrup/Rasmussen
Fajar Alfian mengungkapkan bahwa pertandingan melawan Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen menjadi pengalaman tersendiri bagi dirinya dan Muhammad Shohibul Fikri. Meski sudah berpasangan selama lebih dari satu tahun, keduanya baru kali ini berhadapan dengan ganda putra Denmark tersebut.Bermain di negara lawan tentu menghadirkan tantangan tersendiri. Terlebih, Astrup/Rasmussen dikenal memiliki kemampuan membaca permainan dan kualitas permainan net yang mampu menyulitkan lawan.
"Sudah berpasangan dengan Fikri satu tahun lebih tapi baru kali ini bertemu Astrup/Rasmussen dan terjadi di rumah mereka. Sebuah kehormatan bisa melawan mereka di depan pendukungnya sendiri. Pasangan Denmark adalah pasangan yang pintar terutama Astrup dengan permainan netnya. Kami cukup kewalahan tadi," ujar Fajar.
Meski menghadapi tekanan dari pasangan tuan rumah, Fajar/Fikri mampu menjaga fokus dan memaksimalkan peluang untuk mengamankan kemenangan dalam dua game langsung.
Tersusul di Game Pertama
Kemenangan dengan skor 24-22 dan 21-14 tidak diraih dengan mudah. Pada game pertama, Fajar/Fikri sempat berada dalam posisi nyaman, tetapi Astrup/Rasmussen mampu mengejar ketertinggalan hingga pertandingan harus berlangsung ketat pada poin-poin krusial.Fikri menegaskan bahwa keunggulan poin bukan jaminan kemenangan dalam pertandingan bulu tangkis. Menurutnya, menjaga konsentrasi hingga poin terakhir menjadi kunci untuk mengatasi tekanan lawan. "Namanya permainan, mau unggul berapa poin pun belum dipastikan menang. Tadi kami sudah nyaman di game pertama tapi sempat tersusul sampai adu setting," beber Fikri.
Pengalaman dari pertandingan sebelumnya juga menjadi bekal penting bagi Fajar/Fikri untuk menghadapi situasi sulit. Mereka berusaha belajar dari pengalaman di final beregu Asian Games agar tidak kembali kehilangan momentum ketika sudah unggul.
"Kami belajar dari pengalaman sebelumnya terutama dari final beregu di Asian Games bagaimana tidak terulang lagi jadi kami terus berusaha dan alhamdulillah bisa membalikkan keadaan lagi," lanjut Fikri.
Keberhasilan mengatasi tekanan pada game pertama menjadi salah satu faktor penting yang membantu pasangan Indonesia tersebut tampil lebih meyakinkan pada game kedua hingga menutup pertandingan dengan skor 21-14.
Tak Ingin Terbebani Hasil Wakil Indonesia Lainnya
Di tengah keberhasilan melangkah ke babak kedua Denmark Open 2026, Fajar juga menyoroti hasil kurang menggembirakan yang dialami sejumlah wakil Indonesia di sektor ganda putra.Meski menyayangkan rekan-rekannya gagal melanjutkan perjuangan, Fajar menegaskan bahwa dirinya bersama Fikri tidak ingin menjadikan hasil tersebut sebagai beban. Keduanya memilih untuk tetap fokus pada pertandingan berikutnya dan menjaga peluang meraih prestasi.
"Sangat disayangkan memang teman-teman kami di ganda putra tidak bisa melaju ke babak selanjutnya tapi kami tidak mau memikirkan itu terlalu jauh, tidak mau menjadikan beban, kami mau fokus saja ke depan," kata Fajar.
Fajar/Fikri juga ingin menjaga momentum positif dan meneruskan semangat keberhasilan sektor mereka di Asian Games sebelumnya. Namun, mereka menyadari bahwa konsistensi dan kewaspadaan tetap dibutuhkan untuk menghadapi persaingan di turnamen level tinggi.
"Ini jadi motivasi kami untuk terus berprestasi, kami mau meneruskan euforia keberhasilan sektor kami di Asian Games kemarin. Kami tidak boleh lengah," tambah Fajar.