Raymond/Joaquin sempat terkejut dengan permainan lawan dan terlambat mengantisipasinya. Akibatnya, Raymond/Joaquin keteteran pada game pertama sebelum mengembalikan keunggulan pada game kedua.
"Di game pertama kami kaget dengan pola lawan, kami telat antisipasi. Di game kedua kami mencoba bermain sesuai tempo permainan kami dan itu berhasil," beber Joaquin.
"Antisipasi kami terhadap lawan mengira akan banyak menyerang, namun di game pertama lawan malah melambatkan tempo dan bermain satu-satu," papar Raymond.
Baca juga: BAC 2026: Fajar/Fikri Mendominasi, Tiket Babak Kedua Dikunci
Sayangnya pada game ketiga Raymond/Joaquin terbawa pola main lawan. Mereka kerap mengangkat bola yang membuat lawan lebih sering menyerang dan meraih kemenangan."Memang di game ketiga cukup ketat, kami kejar-kejaran poin dan di setting poin pun kami tidak pernah memimpin. Di poin akhir Itu mungkin ada faktor keberuntungan juga namun kami juga banyak mengangkat bola jadi musuh kans menyerangnya lebih besar dari kami," tutur Joaquin.
"Lawan memiliki keunggulan di bagian bola-bola drive dan Kang Min Hyuk di depannya nutup, serta defence di arah badannya mereka cukup baik dibandingkan kita buat lari-lari," kata Joaquin.
"Mainnya lumayan oke, hanya hasilnya kurang maksimal. Di poin-poin terakhir kami banyak mengangkat bola jadi kami banyak terserang," ujar Raymond.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News