Ketua Umum NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari (kanan) menemui Presiden BWF Poul-Erick Hoyer Larsendi (Ist)
Ketua Umum NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari (kanan) menemui Presiden BWF Poul-Erick Hoyer Larsendi (Ist)

Ketua NOC Indonesia Temui Presiden BWF, Insiden All England Jadi Pembahasan

Olahraga Bulu Tangkis All England 2021 Komite Olimpiade Indonesia
Rendy Renuki H • 07 Desember 2021 19:21
Jakarta: Ketua umum Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) Raja Sapta Oktohari menemui Presiden Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) Poul-Erick Hoyer Larsendi. Pada pertemuan di sela pertandingan BWF World Tour Finals 2021 di Nusa Dua, Bali, itu keduanya membicarakan insiden All England 2021 lalu.
 
Saat itu, tim Indonesia tak bisa bertanding lantaran dipaksa mundur dari turnamen. BWF memaksa Indonesia mundur lantaran berada satu pesawat dengan pasien terinfeksi Covid-19 saat bertolak ke Birmingham.
 
"Saya katakan bahwa saya tak punya masalah pribadi. Tapi sebagai representatif Indonesia di bidang olahraga yang juga mewakili warganet, wajar jika saya membela kepentingan atlet," kata Okto--sapaan karib Raja Sapta, melalui keterangan resmi, Selasa 7 Desember 2021..

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ia menyampaikan permintaan maaf secara langsung, meski sebelumnya juga sudah diutarakan secara terbuka. Pak Anton juga katakan bahwa kejadian All England menjadi yang pertama bagi BWF meminta maaf karena sebelumnya tidak pernah," lanjutnya.
 
Insiden All England 2021 lalu memang sempat menjadi topik hangat yang diperbincangkan banyak kalangan. Bahkan pemain ganda putra Marcus Fernaldi Gideon pun sempat mempertanyakan keputusan BWF memaksa tim Indonesia mundur.
 
Padahal tim Bulu Tangkis Indonesia sudah sempat menjalani tes PCR setiba di hotel dan hasilnya dinyatakan negatif. BWF dan Panitia All England juga tidak memberlakukan tes ulang kepada atlet Merah Putih, sebagaimana yang terjadi dengan pemain Denmark, India, dan Thailand yang sempat diketahui positif Covid-19.
 
NOC Indonesia merasa harus berperan karena diatur dalam Olympic Charter (Piagam Olimpiade). Dalam poin 2.5 tentang misi dan peran NOC tertulis secara tegas bahwa NOC harus mengambil aksi melawan segala tindakan diskriminasi dan kekerasan di olahraga.
 
"Tapi yang sudah terjadi kan telah terjadi. Sekarang bagaimana kami, NOC Indonesia, PBSI, Badminton Asia, dan BWF berkomunikasi ke depannya. Saya katakan NOC Indonesia membuka pintu komunikasi dan saya juga tanya 'What next for Indonesia?," ungkap Okto.
 
"Tanggapan Presiden BWF adalah dia akan selalu memprioritaskan Indonesia. Termasuk, katanya terlihat di Badminton Festival 2021 karena tiga turnamen yang terselenggara di Bali," tutupnya.
 
Sementara itu, Poul-Erick mengatakan di depan Okto bahwa Indonesia memiliki arti penting bagi dirinya. "Indonesia lebih besar dibanding Anda dan saya. Sebab, Indonesia dan bulu tangkis selalu ada di hati saya," kata Poul-Erick.
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif