Wasit final bulu tangkis Olimpiade TOkyo 2020 nomor tunggal putri, Wahyana. Foto:Istimewa
Wasit final bulu tangkis Olimpiade TOkyo 2020 nomor tunggal putri, Wahyana. Foto:Istimewa

Wahyana, Wasit Final Bulu Tangkis Tunggal Putri Olimpiade Tokyo 2020 asal Gunungkidul

Olahraga Bulu Tangkis Olimpiade 2020 Olimpiade Tokyo 2021
Cindy • 05 Agustus 2021 09:46
Jakarta: Setelah Indonesia dibuat bangga dengan kemenangan Greysia Polii/Apriyani Rahayu yang meraih medali emas pertama di Olimpiade Tokyo 2020, ada cerita lain dibalik laga bergengsi itu. Wasit yang memimpin jalannya pertandingan tunggal putri final bulu tangkis ternyata seorang Warga Negara Indonesia (WNI). 
 
Sosok yang mencuri perhatian publik ini bernama Wahyana, 53. Dia merupakan seorang guru olahraga SMPN 4 Patuk, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). 
 
Wahyana, warga Sidomulyo, Kapanewon Godean, Kabupaten Sleman ini ternyata sudah punya banyak pengalaman menjadi wasit internasional. Wahyana pun dipercaya memimpin jalannya pertandingan final tunggal putri antara Chen Yufei dari Tiongkok dan Tai Tzu Ting dari Taiwan. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tentu ada sebuah kebanggaan tersendiri, sebab dalam final itu hanya dicari wasit terbaik dari seluruh yang ada, alhamdulillah," kata Wahyana saat dihubungi wartawan, Kamis, 4 Agustus 2021.
 
Wahyana menyebut ada 36 wasit pada laga bulu tangkis Olimpiade Tokyo 2020. 11 orang diantaranya berasal dari Asia, termasuk dirinya. 
 
"Dan saya merupakan satu-satunya dari Indonesia yang dipercaya untuk memimpin jalannya pertandingan tim tunggal putri dalam memperebutkan medali emas," ungkap dia. 
 
Baca: 10 Negara dengan Bonus Medali Emas Terbesar, Indonesia 3 Besar

Awal karier

Pria lulusan Fakultas Olahraga di IKIP Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) itu sudah sejak dulu menggemari olahraga. Awalnya, dia menekuni cabang olahraga boli dan menjadi anggota tim voli DIY. 
 
Kariernya di bidang voli terhenti karena ia mengalami cedera engkel. Wahyana memilih berhenti dan memilih bulu tangkis. Bukan sebagai atlet pada umumnya, Wahyana malah memilih menjadi seorang wasit. 
 
Mulai 1998 sampai 2000, Wahyana menjadi hakim garis dalam berbagai pertandingan bulu tangkis. Wahyana pun mengikuti ujian kompetensi di tingkat DIY dengan hasil terbaik. 
 
"Kemudian di kembangkan lagi di tingkat nasional dan Asia. Nah, di tingkat nasional A saya mendapatkan capaian terbaik," ungkap Wahyana. 
 
Lalu, Wahyana dikirim mengikuti Asia Accreditation di Kuala Lumpur pada 2006. Kariernya semakin menanjak dengan mengikuti Asia Certification di Johor. 
 

Jadi wasit bulu tangkis ternama

Setelah mengikuti berbagai ujian kompetensi itu, kemampuannya dalam memimpin pertandingan bulu tangkis terus berkembang. Wahyana pun menjadi wasit yang diperhitungkan di kancah internasional. 
 
"Dari situ saya kembali mengikuti BWF Accreditation dan mendapatkan sertifikasi atau lisensi tertinggi pada 2016," ujar dia. 
 
Jam terbang Wahyana dalam mengikuti pertandingan semakin tinggi, hingga akhirnya dia didapuk menjadi umpire laga final Badminton tunggal putri di Olimpiade Tokyo 2020. Sebenarnya, tak hanya kali itu saja Wahyana menjadi wasit dalam pertandingan final kejuaraan bulu tangkis. 
 
Wahyana pernah memimpin pertandingan bulu tangkis di SEA Games, ASEAN Games, Kejuaraan Dunia, Paralimpic, Piala Sudirman, Piala Thomas/Uber, hingga World Tour Finals. Total sudah ada 77 negara yang disinggahinya sebagai wasit pertandingan.
 
(SUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif