Festival ini menjadi pembuka rangkaian kegiatan di Jawa Tengah yang akan berlanjut ke Magelang, Solo, Semarang, hingga Kudus. Diselenggarakan oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife dan didukung Pengprov PBSI Jawa Tengah, kegiatan ini dirancang untuk menumbuhkan kecintaan terhadap bulu tangkis sejak usia dini melalui pendekatan fun sport.
Dari Permainan Seru ke Pembinaan Serius
Di tengah suasana penuh tawa dan kompetisi, para siswa mengikuti berbagai tantangan seperti Pyramid Shuttlecock, Shuttle Run, Throwing The Shuttlecock, Service to Target, hingga Zig Zag Run. Semua dirancang untuk menguji kelincahan, kecepatan, dan koordinasi dasar yang menjadi fondasi penting dalam bulu tangkis.
Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, menegaskan bahwa pendekatan berbasis kesenangan adalah kunci utama pembinaan jangka panjang.
"Melalui MilkLife Festival SenengMinton 2026, kami ingin memberikan pengalaman yang menggembirakan sekaligus memotivasi siswa untuk menekuni bulu tangkis. Kami percaya atlet yang hebat dan berprestasi berawal dari rasa senang saat melakoni suatu olahraga," ujar Yoppy dalam keterangan resmi event.
Ia menambahkan bahwa dari pengalaman menyenangkan inilah diharapkan lahir generasi penerus atlet Indonesia yang lebih kompetitif di masa depan.
Purwokerto Jadi Titik Awal Regenerasi Atlet
Wakil Ketua Pengprov PBSI Jawa Tengah, Yuni Kartika, melihat festival ini sebagai bagian penting dari pembangunan ekosistem bulu tangkis berkelanjutan. Ia menekankan bahwa pembinaan tidak bisa instan, tetapi harus dimulai dari pengenalan di sekolah.
"Pengalaman seperti ini penting karena pengenalan olahraga sejak usia dini tidak bisa dilakukan secara instan, melainkan membutuhkan kesinambungan agar minat dapat tumbuh menjadi bakat, dan bakat berkembang menjadi prestasi," terang Yuni.
Ia juga menegaskan bahwa penguatan jalur pembinaan akan terus dilakukan agar talenta yang muncul bisa masuk ke sistem yang lebih terstruktur.
"Ini mencakup pemetaan potensi atlet usia dini, peningkatan kualitas pelatih di daerah, serta penguatan klub-klub sebagai wadah pembinaan," tambahnya.
Sekolah Jadi Garda Terdepan Pembinaan Atlet
Dari dunia pendidikan, Ketua KKG PJOK Kabupaten Banyumas, Pujiono, menilai ajang ini sangat penting untuk menjaga keberlanjutan regenerasi atlet Indonesia.
"Guru-guru PJOK di Kabupaten Banyumas mendukung proses pengenalan melalui MilkLife Festival SenengMinton 2026. Tak dipungkiri, prestasi yang telah diraih pebulu tangkis Indonesia harus disambung oleh generasi mendatang," ucapnya.
Sementara itu, guru olahraga SDIT Harapan Bunda Purwokerto, Gito Sugeng Ridhono, menilai kegiatan ini sangat membantu sekolah dalam membangun minat siswa terhadap bulu tangkis.
"Dengan adanya MilkLife Festival SenengMinton 2026 ini, kami terbantu karena menjadi wadah para siswa mengenal keterampilan dasar bulu tangkis yang harapannya dapat meningkatkan kecintaan mereka terhadap olahraga ini," kata Gito.
Momen Perubahan Nasib Gita Felicia
Salah satu sorotan datang dari Gita Felicia, siswi SDN 1 Karangpucung. Setelah tahun lalu hanya finis di posisi ketiga, kali ini ia berhasil mencatat waktu tercepat 01:00.73 dan keluar sebagai juara.
"Aku memang suka bulu tangkis sejak dulu, seringnya bermain dengan teman di depan rumah. Waktu Festival SenengMinton 2025 lalu, aku dapat hadiah raket karena juara tiga. Itu raket pertamaku, aku jadi tambah semangat untuk berlatih," ucap Gita.
Ia menambahkan bahwa kemenangan kali ini membuatnya semakin termotivasi untuk berlatih lebih serius. "Setelah ini, aku akan berlatih lebih serius. Semoga nanti jadi atlet andal," ujarnya.
Lebih dari Sekadar Lomba
Festival ini menerapkan sistem individu dengan penilaian berdasarkan catatan waktu tercepat di setiap tantangan. Para pemenang mendapatkan piala, uang pembinaan, dan hadiah sponsor, sedangkan seluruh peserta yang belum beruntung serta guru-guru yang mendampingi tetap menerima goodie bag sebagai bentuk apresiasi.
Meski begitu, nilai terbesar dari acara ini bukan hanya soal juara, tetapi tumbuhnya mimpi dan keberanian anak-anak untuk melihat masa depan mereka di dunia olahraga.
Festival SenengMinton 2026 di Purwokerto memperlihatkan satu hal penting, yakni regenerasi bulu tangkis Indonesia tidak hanya lahir dari turnamen besar, tetapi dari ruang-ruang kecil tempat anak-anak pertama kali belajar mencintai olahraga ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News